BREAKING NEWS
latest

728x90

header-ad

468x60

header-ad

KH. Thobary Syadzily: Da'i Harus Ikhlas, Bukan Semata-mata Karena Uang

SUARA-MUSLIM.COM, Tangerang~
Merebaknya pemberitaan mengenai adanya Ustadz Pasang Tarif di akhir-akhir ini membuat KH. Thobary Syadzily angkat bicara. 

Sebagaimana yang ditulis oleh ulama asal Banten yang merupakan cucu Syaikh Nawawi Al-Bantani di akun jejaring sosial Facebook-nya beberapa waktu lalu, beliau mengingatkan bahwa seorang da'i harus ikhlas dan tidak semata-semata karena uang.

"Seorang da'i harus benar-benar ikhlas untuk penyebaran dakwah Islamiyah, apapun resikonya. Sebab, kalau tidak ikhlas dan hanya semata-mata karena uang, maka resiko yang paling besar yang akan diterimanya nanti di akherat adalah akan ditenggelamkan di neraka.", tulis KH. Thobary, Ketua Lajnah Falaqiyah PWNU Provinsi Banten, ini dalam status facebooknya.

Terkait dengan kasus yang menimpa Ustadz sekaligus artis kondang Ustadz Solmed, beliau sekedar menyampaikan bahwa mereka aktivis pengajian di Hongkong benar-benar murni dakwah Islam (bukan komunis seperti yang dituduhkan Solmed -red).

KH. Thobary Syadzily, yang juga merupakan Ketua Tim Sarkub, bisa berkata demikian karena beliau sendiri pernah juga ikut diundang di Hongkong sebagai da'i penceramah oleh salah satu majelis ta'lim/ pengajian disana.

"Saya tahu banyak tentang TKW di Hongkong. Mereka benar2 murni dakwah Islam. Karena, saya juga tahun kemarin dakwah di sana. Ketika itu karena kurang dana, saya tidak dibayar dan saya ikhlas menerimanya. Lagipula, saya sadar bahwa tujuan dakwah bukan untuk mencari uang. Dan, insya Allah nanti Allah akan menggantinya dalam bentuk lain.", ujar KH. Thobary Syadzily

Sebelumnya KH. Thobary Syadzily juga membuat status yang bisa kita jadikan pelajaran agar selalu menepati janji.

"Jangan pernah mengingkari janji yang telah disepakati sehingga membuat orang lain kecewa ! Karena, perbuatan tersebut bukanlah sikap seorang ksatria.", tulis KH. Thobary.


Penulis : Luqman F.
Redaktur : AM
« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar