BREAKING NEWS
latest

728x90

header-ad

468x60

header-ad
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Ingin bakar 3.000 Al-Quran, Pendeta AS Ditangkap

SUARA-MUSLIM.COM, Florida ~ Seorang pendeta yang kontroversial di Florida, Amerika Serikat (AS) ditangkap jelang peringatann serangan 9/11, Rabu (12/9/2013) malam. Menurut laporan sejumlah media AS, Terry Jones pastur berusia 61 tahun tersebut ditangkap karena berniat membakar hampir 3.000 salinan al-Quran, kitab suci umat Islam.

Jones ditangkap petugas keamanan di Orlando, saat mengendarai sebuah truk bak terbuka yang menarik sebuah gerobak gandeng berisi sebuah alat pemanggang dalam ukuran jumbo di Kota Mulberry, dekat Tampa. Di dalam pemanggang tersebut terdapat ribuan Al-Quran yang direndam cairan minyak tanah. Gerobak gandeng tersebut juga memuat sejumlah drigen berisi bahan bakar tambahan.

Jones juga kedapatan membawa senjata api. Menurut laporan petugas keamanan di Orlando, Jones rencanaya akan membakar 2.998 Al-Quran di wilayah Tampa Bay sebagai bentuk penghargaan terhadap korban tewas dalam serangan 9/11 pada 2001 silam. Saat ditangkap, Jones bersama dengan Pendeta Marvin Sapp.

Ini bukan aksi kontroversial Jones yang pertama, sebelumnya pada 2010 lalu, Jones, pendeta di Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida mengancam akan membakar salinan Al-Quran. Ancaman tersebut memicu kemarahan luas dari masyarakat AS dan internasional.

Ancaman tersebut rupanya direalisasikan oleh para jemaat Jones. Di tahun berikutnya, pada 2012 lalu Jones mempromosikan sebuah film anti-Islam. Tindakan tersebut memicu kemarahan di Timur Tengah dan Afghanistan.

Redaktur : Luqman
Sumber: Sindonews

Bom Bunuh Diri Meledak di Masjid Baghdad, 33 Orang Tewas

SUARA-MUSLIM.COM, Baghdad ~ Serangan bom bunuh diri dengan menggunakan mobil terjadi di sebuah masjid di Kota Baghdad, Irak, Rabu malam (11/9/2013). Ledakan bom yang terjadi di wilayah Kasra, barat laut Baghdad ini menewaskan sedikitnya 33 orang.

Aksi pengeboman ini terjadi ketika orang-orang meninggalkan masjid, setelah menunaikan shalat Isya. Pelaku sengaja melakukan bom bunuh diri tepat di tengah-tengah jamaah.

Warga yang berada di dekat kejadian, bergegas membantu korban terluka. Seperti dilaporkan Reuters, setidaknya 55 orang terluka dan beberapa di antaranya dalam keadaan kritis.

Sementara itu, polisi Irak berhasil menggagalkan pelaku pengeboman bunuh diri kedua. Tertangkapnya calon pelaku bom bunuh diri memicu kemarahan warga. Massa yang marah pun menghakimi pelaku hingga tewas.

Belum diketahui secara jelas siapa di balik bom bunuh diri ini. Namun, militan Islam Sunni radikal sering melakukan teror menyerang warga Syiah, yang menurut pandangan mereka, Syiah telah melakukan penyimpangan agama.

Sudah lebih dari dua tahun perang saudara terjadi di Suriah, yang tak lain adalah negara tetangga Irak. Kondisi ini menularkan ketegangan ke Irak. Dilaporkan, lebih dari 800 orang tewas dalam serangan-serangan yang terjadi selama Agustus silam.

Sumber: Sindonews

Indonesia Pulangkan 8.960 WNI dari Suriah



SUARA-MUSLIM.COM ~ Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan, Indonesia telah memulangkan total 8.960 warga negara Indonesia (WNI) dari Suriah. Pemulangan itu berlangsung sebanyak 183 gelombang.

"Namun sisanya masih banyak," kata Menteri Marty saat memberikan pandangan umum dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di kompleks DPR, Rabu, 11 September 2013.

WNI yang belum sempat dipulangkan itu, kata Menteri Marty, sudah dipastikan keamanannya. Proses pemulangannya akan terus berlanjut sampai semua WNI kembali ke Indonesia, mengingat konflik di Suriah tak memperlihatkan tanda-tanda akan mereda.

"Kami sudah memastikan keamanan dan keselamatan mereka," Menteri Marty menambahkan.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, mengatakan jumlah WNI di Suriah sekitar 12 ribu jiwa. Jumlah itu merupakan angka terakhir yang terdata di Kementerian Luar Negeri.

Berdasarkan data terakhir itu, masih ada sekitar 3.000 WNI yang terjebak perang di Suriah. Kementerian Luar Negeri berjanji akan segera memulangkan mereka sambil menunggu perkembangan dalam negeri di Suriah.

Sumber: Tempo

Penyebab Kementerian Agama Mesir Cabut Izin 55.000 Imam Masjid

SUARA-MUSLIM.COM, Kairo - Pasca lengsernya mantan presiden Mesir Mohamed Morsi, peran Al-Azhar kembali diaktifkan. Selama pemerintahan Morsi para ulama Al-Azhar dimandulkan, sehingga sektor-sektor keagamaan yang selama ini selalu di bawah kontrol Al-Azhar, dikendalikan oleh kalangan Ikhwanul Muslimin dan Salafi.

Demi merealisasikan Islam yang moderat di Mesir, Kementerian Agama Mesir secara cermat akan melakukan pemilihan para imam di masjid-masjid Mesir. Kemenag tidak akan memberi izin para imam yang tidak berafiliasi kepada Al-Azhar yang merupakan simbol dan institusi agama Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderat di dalam Islam.

Dr. Mohamed Mokhtar Gomah, Menteri Agama Mesir, telah mengumumkan pencabutan lisensi lebih dari 55.000 imam yang digaji oleh Kementerian. Lisensi para imam akan dianggap kadaluarsa jika tidak diperbarui dua bulan sejak tanggal penerimaannya. Menag juga mengumumkan larangan untuk shalat Jumat melainkan di masjid agung. Shalat Jumat dilarang untuk dilaksanakan di masjid-masjid kecil.

“Masjid yang ukurannya kurang dari 80 meter tidak boleh digunakan untuk menunaikan shalat Jumat, kecuali setelah mendapatkan lisensi resmi dari perwakilan Kementerian,” tegas Gomah.

“Pembaruan lisensi dilakukan dengan cara mengajukan permohonan pembaruan dengan menyerahkan lisensi asli sebelumnya dan fotokopi ijazah Al-Azhar atau sekolahan Islam yang berada di bawah naungan Kementerian Agama yang jumlahnya mencapai 19 sekolahan,” tambah Gomah dalam jumpa pers hari Senin (9/9) kemarin sebagaimana dilansir oleh harian masyriyoum.

Gomah juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengakui ijazah sekolahan yang tidak patuh kepada Kementerian dalam pemilihan kepala sekolah dan guru-gurunya, serta tidak mau menggunakan kurikulum Kementerian dan buku-buku yang diterbitkannya. (red: Abdullah/Mosleminfo.com/Muslimedianews.com)

Status Kewarganegaraan Al-Qardhawi Ditentukan 10 September

SUARA-MUSLIM.COM, KairoPengadilan Mesir telah memutuskan tanggal 10 September ini untuk membahas tuntutan seorang pengacara yang bernama Wail Said terhadap Al-Qardhawi. Dalam tuntutannya dia meminta indentitas Al-Qardhawi sebagai warga Mesir segera dicabut.
Di dalam tuntutannya, Wail menyatakan bahwa Al-Qardhawi telah mendapatkan kewarganegaraan Qatar sejak tahun 1961, tanpa ada izin terlebih dahulu dari pemerintah Mesir. Hal ini melanggar pasal 10 UU 26 tahun 1975. Di dalam teks UU tersebut dicantumkan bahwa warga Mesir yang ingin mendapatkan kewarganegaraan asing hendaknya meminta persetujuan terlebih dahulu dari pemerintah Mesir, serta mengajukan pernyataan untuk menanggalkan kewarganegaraan Mesirnya.
Wail menambahkan bahwa berbagai pernyataan Al-Qardhawi di Channel Aljazeera sudah sangat sesuai dengan kondisi-kondisi yang tercantum di dalam UU untuk dijadikan alasan kuat pencabutan kewarganegaraannya. Terlebih jika kewarganegaraan itu tidak dicabut dan yang bersangkutan bekerja di luar negeri, maka hal itu dapat mengancam kepentingan utama negara, atau dia dapat melakukan hal-hal yang mendukung kepentingan negara atau pemerintahan asing.
Tuntutan tersebut diakhiri dengan penyampaian fakta bahwa Al-Qardhawi meminta Amerika untuk melawan Mesir dalam berbagai fatwa poitiknya. Fatwa itu menyerukan jihad melawan militer Mesir, dan di saat yang sama dia sama sekali tidak menyerukan jihad melawan Israel, bahkan dirinya sendiri selama hidupnya tidak pernah berjihad. (Mustaqim/ mosleminfo)

Astaghfirullah! Media PKS Terus Lecehkan Ulama Al-Azhar

SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta ~ Beberapa waktu lalu situs PKS Piyungan memuat ocehan dari Fahmi Salim tentang tuduhannya bahwa ulama Al-Azhar yang datang ke Indonesia beberapa hari lalu merupakan utusan militer Mesir. Merespon tuduhan keji itu, redaksi mosleminfo.com langsung melakukan menghubungi salah seorang pengurus Ikatan Alumni Al-Azhar di Jakarta. Di dalam postingan pkspiyungan yang berjudul “Siasat Busuk Junta Militer Mesir Datangi MUI dan Ormas Islam Indonesia”, ternyata banyak fitnah dan tuduhan belaka. Bahkan Fahmi Salim sama sekali tidak tahu persoalan ini, dan hanya mendapatkan info dari salah seorang wartawan di MUI yang disinyalir lemah dalam penguasaan bahasa Arabnya. Akibatnya, ocehan Fahmi Salim pun sama sekali tidak layak untuk dipercaya, apalagi dijadikan sebuah berita. Namun, karena redaksi mosleminfo.com melihat ocehan Fahmi tersebut banyak disebarkan oleh mereka-mereka yang membenci ulama Al-Azhar, maka kami perlu memberikan klarifikasi fakta sesungguhnya. Untuk lebih jelaskan mari kita simak penjelasan langsung dari bapak Romli Syarqawi, orang yang menemani ulama Al-Azhar selama di Indonesia.
=================
Tentang kunjungan Prof. Dr. Ahmed M. Karema ke Indonesia. Secara kebetulan, sy berkesempatan mendampingi beliau selama kunjungan empat hari (2-5 Sept 2013) di Indonesia. Beberapa teman menuduh kunjungan Guru Besar Hukum Islam Univ. Al-Azhar tsb sebagai utusan Pemerintah Sementara dan militer Mesir untuk memengaruhi opini publik Indonesia thd krisis politik di Mesir. Sepengetahuan sy, tuduhan tsb tidak berdasar dan perlu diluruskan:
1. Dr. Karema datang ke Indonesia sbg delegasi Al-Azhar cq. Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional di Cairo atas undangan Kementerian Agama RI untuk menghadiri Simposium internasional II ttg “Madrasah in The Global Context”, sbg salah satu pembicara utama. Simposium tersebut dilaksanakan di Hotel Horison Bekasi (3-5 Sept 2013). Dengan demikian, Dr. Karema adalah tamu resmi Pemerintah Indonesia cq. Kementerian Agama RI.
2. Selain mengikuti Simposium, Dr. Karema jg melakukan kunjungan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (3 Sept 2013) dan menghadiri Undangan Fak. Dirasat Islamiyyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk memberikan kuliah umum (4 Sept 2013), selain bertemu dengan Pengurus Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional Cabang Indonesia (2 Sept 2013). Sebagai catatan tambahan, dari seluruh pertemuan yang dihadiri Dr. Karema, tidak satu acara pun yang dikhususkan untuk berbicara ttg krisis politik Mesir. Di Simposium, tema yg diberikan terkait pola pengembangan madrasah yang dilakukan Al-Azhar. Di MUI, topik yang diajukan adalah perkembangan Islam dan Umat Islam dewasa ini, khususnya terkait kesemrawutan fatwa dan fatwa-fatwa politik. Begitu pula kuliah umum di Fak. Dirasat Islamiyyah UIN Jakarta, judul yang diminta adalah metode Ushul Fiqh dalam menjawab persoalan masyarakat modern. (Kebenaran ttg hal ini, bisa diperiksa di seluruh arsip2 surat terkait di lembaga2 tsb). Tapi tak urung, di tengah diskusi, muncul pertanyaan2 ttg perkembangan terkini di Mesir. Untuk menjawab pertanyaan2 itulah, Dr. Karema menyampaikan informasi dan pendapatnya ttg krisis politik di Mesir. (Untuk ini jg bisa dikonfirmasi kpd sekian banyak peserta yg hadir di MUI dan Fak. Dir. Islamiyyah UIN Jakarta).
3. Bagi yg mengikuti krisis politik di Mesir, sikap dan pandangan politik Dr. Karema tidaklah asing. Beliau punya data2 dan argumen sendiri yang menjadi landasan sikapnya, terutama dr perspektif ilmu fiqh yg menjadi keahliannya. Yang penting ditekankan, seluruh sikap dan pandangan politiknya sepenuhnya merupakan tanggungjawab pribadi Dr.Karema, dan
tidak ada hubungannya dengan lembaga-lembaga yg mengutus ataupun yg mengundangnya. Di samping itu, sebagai sebuah pendapat, bisa diterima, jg bisa di tolak. Setiap orang punya hak dan kebebasan untuk memilih menerima atau menolak suatu pendapat. Hanya saja, pada suatu kasus perbedaan pendapat, yg dibutuhkan adalah toleransi dan etika berbeda pendapat sebagaimana dicontohkan oleh para ulama pendahulu kita melalui ungkapan: “Pendapatku benar, tp tetap mengandung kemungkinan salah, dan pendapat orang lain salah, tp tetap mengandung kemungkinan benar.” Atau adagium: “Perbedaan tak boleh merusak persaudaraan”. Prinsip ini sy kira sangat penting dipegang teguh jika para elit masyarakat, seperti ulama, cendekiawan atau ustadz ingin memberi contoh yg baik thd masyarakat.

4. Jika memang diutus dg “misi” khusus dan dimaksudkan untuk memengaruhi publik Indonesia terkait krisis politik di Mesir spt dituduhkan, seharusnya Dr. Karema tidak hanya berkunjung ke MUI atau Fak. Dirasat Islamiyyah UIN Jakarta sj. Seharusnya beliau jg berkunjung ke ormas2 besar spt NU dan Muhammadiyah, atau lembaga2 negara spt DPR, Kemenlu, dll, atau bahkan organisasi kaum terpelajar spt MIUMI dan sejenisnya. Tentu waktu 4 hari tidak akan cukup untuk itu. Lebih dari itu seharusnya Dr. Karema berusaha mendapatkan publikasi dari media2 nasional di Indonesia agar pesannya sampai ke masyarakat yang lebih luas. Kenyataannya hal itu tidak terjadi dan sama sekali tidak ada upaya untuk melakukannya. Waktu beliau lebih banyak habis di bangku Simposium, dan tidak ada usaha pertemuan dengan media. Tentu sangat naif jika ingin memengaruhi opini publik Indonesia yg demikian besar, strateginya “hanya” dg melakukan kunjungan singkat, serta hanya bertandang ke MUI dan memberikan kuliah umum di Fak. Dirasat Islamiyyah UIN Jakarta.
5. Tanpa bermaksud menggurui atau menasehati, sebelum melontarkan pernyataan atau tuduhan, siapapun (termasuk yg sudah masyhur sbg ulama, cendekiawan, atau ustadz) sebaiknya melakukan klarifikasi, tabayun, dan berusaha mencari informasi yg cukup terlebih dahulu agar kemudian tidak menjadi pemicu fitnah di tengah2 masyarakat. Selain itu, bukankah Islam memerintahkan kita untuk tetap adil, bahkan terhadap orang yang kita benci? Kita boleh berbeda pendapat atau bahkan membenci seseorang, tp kita tidak diperkenankan mencemarkan kehormatannya atau bersikap tidak adil terhadapnya.
Semoga maklum, Wallahu A’lam.

Sumber : mosleminfo

Lecehkan Busana Muslimah di Facebook, Terry Earsing Dipecat


SUARA-MUSLIM.COM, New York ~  Manusia akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan. Hal ini terbukti dialami Terry Earsing seorang karyawan di salah satu toko eceran terbesar Walmart, di Hamburg, New York Amerika Serikat. Akibat ulahnya melecehkan busana muslimah di Facebook, pria yang menjabat asisten manajer ini pun mendapat balasan: didepak dari pekerjaannya. 

Semua berawal saat Earsing memosting foto tampak belakang dua wanita muslim menggunakan pakaian penutup aurat di akun jejaring sosial miliknya. Tak hanya memosting, ia juga ikut membubuhkan komentar sangat kasar dan menghina. 

"Halloween came early this year ... do they really have to f***ing dress like that ... your in my country ... get that sh** off!!!!! (Halloween datang lebih awal tahun ini...apakah mereka harus menggunakanya...kalian di negaraku...lepaskan itu!!!)," demikian komentar Earsing seperti dikutip Cnet, Kamis (5/9). 

Pernyataannya tersebut berbuntut panjang. Komunitas Muslim, yang mengetahui komentar itu, melancarkan protes. Bersama organisasi advokasi muslim di sana, mereka pun menyampaikan keberatannya ke toko tempat Earsy bekerja. Mereka mendesak agar pria itu mendapat tindakan tegas dari perusahaan yang mempekerjakannya. 

Juru bicara toko Wal-Mart, Kayla Whalling, mengaku pihaknya sudah mengambil langkah serius terkait masalah tersebut. Earsy, kata dia, langsung dipecat oleh perusahaan.
“Begitu kita mengetahuinya, kami mulai mencermati ini dan sebagai hasilnya, pekerja ini tak lagi bekerja untuk perusahaan, " kata dia. “Kami menaruh ekpetasi tinggi terhadap karyawan kami, dan dia gagal memenuhinya dari segala aspek."

Earsing sendiri kemudian mengaku menyesal telah membuat komentar tersebut. Ia berdalih tindakannya itu hanya sekadar candaan. Ia juga merasa tidak harus dipecat karena tidak melakukannya saat sedang bekerja. “Saya tidak melakukannya (memosting foto dan berkomentar) di tempat saya bekerja," kata dia.

Sumber: Buffalonews.com via Republika

Indonesia Menolak Keras Invasi Militer AS ke Suriah


SUARA-MUSLIM.COM, Petersburg ~ Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas tentang persoalan di Suriah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menolak keras rencana invansi Amerika Serikat (AS) ke Damaskus.

Apalagi, kata presiden, invansi itu tanpa restu Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). "Penggunaan kekuatan militer untuk serang dan menghukum (rezim) di Suriah adalah tidak tepat," kata SBY, dalam lewat akun resmi Twitter-nya, Jumat (6/9).

AS berencana menyerang Suriah. Negeri Paman Sam beralasan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad telah kelewat batas menggunakan senjata kimia untuk menghajar pemberontak. Namun, tuduhan itu sepihak.

Tim ahli senjata kimia internasional belum memutuskan tuduhan tersebut. PBB pun tidak setuju dengan Negeri Koboi itu. Pernyataan PBB diikuti banyak negara. Termasuk sekutu AS di NATO, Inggris, dan Jerman.

Tetapi, larangan internasional tidak digubris AS. Presiden AS, Barack Obama hingga kini masih sesumbar, tanpa mandat PBB sekalipun AS tetap akan mengirimkan rudal.

Pemerintah Indonesia pun menyatakan pandangannya. Lewat pertemuan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di St Petersburg, Rusia, SBY menyatakan keprihatinan serius di Suriah. SBY tidak terima dengan penggunaan senjata kimia. Apalagi sampai menyasar sipil.

SBY juga memberikan saran soal penyelesaian konflik di Suriah. Kata dia, internasional harus bekerja mengakhiri pertikaian. Yang kedua, sambungnya adalah penyelesaian konflik horizontal lewat solusi politik. ''Bukan (menggunakan) militer,'' tegas dia. Sampai yang ke tiga, tambahnya adalah dengan laksanakan gencatan senjata. (AM/ ROL)

OKI Harus Berperan Akhiri Politik 'Adu Domba' Barat


SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta, -- Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) diminta mengambinl inisiatif mengakhiri politik adu domba dan pemecahbelahan negara-negara Muslim oleh Barat.

Permintaan itu disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Slamet Effendy Yusuf, menyusul rencana Amerika Serikat menyerang Suriah. Slamet mengatakan serangan AS akan menimbulkan tragedi kemanusiaan yang lebih hebat.

Kelak, kata Slamet, ketika 'serangan terbatas' selesai dan AS serta sekutunya meninggalkan kawasan tersebut, mereka akan meninggalkan sebuah negara bangsa yang porak poranda secara fisik, serta perang saudara yang sulit dihentikan.

"Kita lihat Irak sekarang. Dengan senang hati AS menarik militernya dari Irak karena tanpa mereka perangi bangsa Irak sudah aktif saling menghancurkan dan membunuh," ujar Slamet seraya meminta serangan AS ke Suriah harus dicegah.

Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor itu mengajak umat manusia yang cinta damai mencegah tragedi kemanusiaan ini. "Harus ada penolakan secara masif masyarakat dunia terhadap kesewenang-wenangan negara adikuasa ini. AS tidak punya kewenangan untuk penyerbuan itu sekalipun Kongres AS mengizinkan," katanya.

Nabi Senang Mendamaikan. Bukan Mengadu-Domba dan Menghindari Peperangan
"Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil." [Al Hujuraat 9]


“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” [An Nisaa' 114]

Redaktur : Abu Muhammad
Sumber : Antara

Negara-negara Arab Tawarkan Bantuan Biaya Serangan ke Suriah


SUARA-MUSLIM.COM, Washington - Negara-negara Arab menawarkan untuk bantu membiayai intervensi militer AS di Suriah, kata Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, kepada anggota parlemen, Rabu (4/9/2013). Kerry berada di gedung parlemen dalam rangka mencari dukungan bagi serangan rudal AS ke Suriah.
"Sehubungan dengan sejumlah negara Arab yang memberikan tawaran untuk menanggung biaya dan membantu, jawabannya adalah tentu saja ya, mereka boleh membantu. Tawaran itu ada di atas meja," kata Kerry saat tampil di hadapan panel DPR AS. Ia mengatakan, tawaran tersebut "cukup signifikan."
"Beberapa dari mereka mengatakan bahwa jika AS siap melakukan segalanya seperti yang kita lakukan sebelumnya di tempat-tempat yang lain, mereka akan membayar harganya. Itu merupakan wujud dedikasi mereka untuk masalah ini."
Kerry tidak menjelaskan negara Arab mana saja yang telah memberikan tawaran itu.
Namun ia menekankan, “Jelas sekali, hal itu tidak tertera dimanapun, dan tidak ada seorangpun yang membicarakannya. Namun mereka berbicara mengenai pentingnya pekerjaan (serangan) ini dilakukan."
Kerry tampil di hadapan komite Urusan Luar Negeri Senat pada hari kedua guna membujuk para anggota parlemen menyetujui serangan militer terbatas terhadap Suriah.
Washington telah memimpin tuduhan bahwa rezim Presiden Suriah, Bashar Al Assad, melepaskan gas sarin pada 21 Agustus terhadap penduduk di pinggiran kota Damaskus. Serangan itu, menurut laporan intelijen AS, telah menewaskan sekitar 1.400 orang.
Presiden Barack Obama menegaskan bahwa rezim Assad telah menyeberangi garis merah terkait penggunaan senjata mengerikan itu dan harus dihukum sehingga kemampuan militernya terdegradasi .
Panel Senat AS, Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia, memutuskan untuk menyetujui pengerahan militer AS ke Suriah. Persetujuan itu diputuskan melalui pemungutan suara setelah debat maraton dan sengit selama dua hari. Keputusan panel itu akan segera dibawa ke sidang penuh senat untuk kemudian dilajutkan ke kongres. 

(abu umar/ huffingtonpost, tribunnews)

Awas! Indonesia Terjangkit Gerakan Takfiri Internasional

SUARA-MUSLIM.COM, Surabaya – Umat Islam dunia menghadapi persoalan serius. Adalah Konflik berlatarbelakang sektarian. Hal yang sama mulai berkembang di tanah air, Indonesia. Ada gerakan menyamakan Indonesia dengan Saudi Arabia. Konflik Timur Tengah bisa merembet ke mana-mana. Sejumlah kiai di Indonesia merasa khawatir dengan maraknya gerakan Islam radikal. Mereka sudah terang-terangan, dan mudah menyulut konflik horisontal. “Kita semua harus berpikir jenih mengantisipasi semua itu,” tegas salah seorang kiai di Surabaya, Senin (2/9).

Ia kemudian mengingatkan peta politik (islam) internasional. Beberapa waktu lalu, mantan menteri Libanon, Dr. Fayez Shukr Sraha dalam sebuah wawancara terdengar sangat mengejutkan, dia mengklaim akan menghancurkan Kabah, rumah Allah dipersembahkan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Fayez adalah ketua partai “The Arab Socialist Ba’ath Party of Lebanon”, yang tak ada sangkut pautnya dengan gerakan Hizbullah Libanon, hanya saja Fayez pernah menjabat sebagai Menteri negara itu selama tujuh tahun.

Dia lebih jauh mengancam akan menghancurkan Riyadh dan Jeddah dengan harga apapun demi Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Tapi, ironisnya, oleh media pro Taliban dan al-Qaeda Indonesia, pernyataan Fayez di atas dianggap sebagai statmen yang dihubung-hubungkan dengan gerakan Hizbullah, Libanon, bahkan dianggap sebagai Jubir gerakan perlawanan itu.


Di berbagai media takfiriyah, umat atau pembaca memang disuguhi kue pertikaian mazhab dan agama, dan tak tanggung-tanggung pemirsanya dianggap sebagai tong sampah yang tak punya pilihan. Karenanya tak mencurigakan jika media-media tersebut tengah menyuarakan perang sektarian dan menganggap bumi Indonesia, adalah bumi kerajaan Saudi Arabia dan dengan itu mereka selalu membangkitkan emosional umat Islam Indonesia.

Karena itu, penting juga mendengar pernyataan Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj perihal gerakan Islam radikal di Indonesia. Kiai Said pernah menyebut bahwa ada 12 yayasan berkedok Islam di sejumlah daerah merupakan cikal bakal teroris di Tanah Air. Tak tanggung-tanggung, yayasan-yayasan itu mengajarkan doktrin pengeboman dan pembantaian di Indonesia. Ini tidak boleh dianggap sepele. “Kami telah merekomendasikan ke-12 yayasan itu agar dipantau gerakannya, bahkan sebaiknya dibubarkan saja,” kata Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj setelah melantik kepengurusan PWNU Jatim 2013–2018 di Surabaya, Kamis (22/08).
KH. Said Aqil Siradj juga mengatakan, salah satu yayasan itu adalah Yayasan AF, beralamat di Surabaya. Sementara di Jakarta, ada Yayasan AS, tepatnya di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ajaran salafi Wahabi juga ada di Jalan Kali Tanjung, Kecamatan Grahsan, Cirebon, Jawa Barat. Paham mereka, menurut Kiai Said, di bawa naungan Yayasan AS yang radikal itu. “Wahabi memang bukan teroris, tetapi ajarannya yang radikal itu jika dipoles sedikit bisa mengarah ke teroris. Buktinya, pentolan teroris di Indonesia bersumber dari situ semua,” kata Kiai Said sebagaimana dikutip Duta beberapa waktu lalu.
Bahkan menurut Ketua Umum PBNU itu, mereka menganggap ziarah kubur itu bid’ah dan menuduh warga NU kafir. “Kita hanya bisa menjaga agar warga NU, terutama anak-anak muda agar tidak tertarik kepada mereka. Itu yang akan kita jaga dengan memberi pemahaman yang benar,” katanya.
Dan otoritas keamanan Indonesia memang harus tetap membangun kewaspadaan tinggi. Jika tidak, dunia sedang berputar cepat, revolusi meletus di banyak tempat, dan kabar TV hari-hari ini telah memperlihatkan bahwa ketakutan pada senjata dan bom itu ada batasnya. Dan ketika batas itu terlampaui, ketika gagal filosofi senjata dan bom, maka dikhawatirkan berpindah menjadi pemberontakan untuk melawan dan dengan enaknya menghakimi lawan. Inilah yang harus diantisipasi oleh para ulama dan umara di Indonesia. (am/ duta)

Ada Apa Dengan Media PKS yang Terus Lecehkan Al-Azhar?


SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta — Runtuhnya rezim Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir memberikan efek domino yang sangat dahsyat bagi gerakan-gerakan Islam yang berafiliasi ke IM. Setelah strategi mereka gagal dalam memperburuk citra revolusi rakyat Mesir 30 Juni kemarin dengan menamakannya ‘kudeta militer’, kini mereka beralih untuk menyerang institusi Islam terbesar dan tertua di dunia saat ini, Al-Azhar.

IM telah menabuh genderang perang media untuk memperburuk citra militer dan Al-Azhar di mata dunia. Berbagai berita bohong baik berupa video maupuan foto sengaja disebar demi mendapatkan simpati dunia. Pihak militer pun tidak henti-hentinya juga untuk membela diri bahwa tragedi berdarah di Mesir selama ini justru dilakukan oleh pihak IM sendiri, atau justru dilakukan oleh pihak ketiga yang sampai sekarang masih menjadi ‘hantu’ bagi rakyat Mesir.

Sementara itu, PKS yang merupakan gerakan Islam Indonesia yang berafiliasi ke IM seakan tidak rela induknya diruntuhkan oleh rakyat Mesir. Mereka akhirnya bergerak rapi dan serempak untuk memuluskan kampanye media yang sedang dipimpin oleh IM Mesir.

Beberapa waktu lalu, situs-situs berlabel Islam yang dimotori oleh para kader PKS melakukan fitnah keji terhadap orang nomor satu di kalangan umat Islam Mesir, Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayeb. Mereka membuat berita pembusukan karakter Grand Shaikh dengan judul ‘Syeikh Made in Perancis’ yang pertama kali disebarkan oleh situs dakwatuna yang akhirnya disalin oleh beberapa situs PKS lainnya.

Seakan PKS belum puas dengan ulahnya tersebut. Partai yang mantan ketua umumnya saat ini terkena kasus korupsi impor daging sapi dan pernikahan di bawah tangan dengan daun muda ini, meriliskan tulisan provokatif lagi yang pastinya akan sangat melukai hati para ulama Al-Azhar dan para pelajar yang ikhlas menuntut ilmu di bumi Mesir sana. Tulisan tersebut diberi sebuah foto Grand Shaikh Al-Azhar yang diedit dengan memakai pakaian tentara dengan diberi tulisan ‘Syaikhul Askar’ yang berarti Syekh Tentara. Tulisan provokatif tersebut dirilis pertama kali oleh situs resmi pkspiyungan. PKS terkenal miliki banyak kader yang sedang menimba ilmu di Al-Azhar Mesir. Terbukti setiap pemilu, PKS mendapatkan suara terbanyak dan menang telak di Mesir dari partai-partai nasional lainnya. Sebenarnya apa yang dinginkan oleh PKS dengan melecehkan orang nomor satu di kalangan umat Islam Mesir itu?. [au/ mosleminfo]

PBNU Minta Amerika Tidak Lakukan Serangan ke Suriah

SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta ~ Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf meminta pihak Barat dengan sponsor utama Amerika Serikat tidak melakukan serangan ke Suriah dengan alasan adanya penggunaan senjata kimia kepada warga sipil, yang sampai saat ini belum bisa dibuktikan kebenarannya.

“Perundingan antara kelompok yang bertikai merupakan satu-satunya jalan. Jangan sampai ada intervensi asing yang telah terbukti di Timur Tengah tidak menyelesaikan masalah. No more war,” katanya, di Jakarta, (30/8).

Ia mencontohkan keterlibatan asing di Timur Tengah seperti di Libya dan Irak, yang sampai saat ini malah menimbulkan perang sipil diantara warga negaranya.

Di Irak, setelah AS dan sekutunya meninggalkan negeri tersebut, kedamaian dan demokrasi yang dulu didengung-dengungkan oleh Barat juga tidak muncul. Kekerasan sektarian antara kelompok Sunni dan Syiah juga terus terjadi. Tuduhan adanya pabrik senjata kimia yang menjadi alasan Presiden Bush untuk menyerang negeri 1001 malam tersebut ternyata juga tidak ada. Antara sesama Muslim, mereka disediakan senjata dan saling membunuh.

Hal yang sama juga terjadi Afganistan, kedamaian yang dikampanyekan dengan serangan AS dan sekutunya sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Sampai sekarang, pendekatan kekerasan yang dilakukan tidak menyelesaikan masalah.

Arab spring yang awalnya diharapkan membawa angin segar di Tunisia dan Mesir, sekarang kondisinya bahkan lebih buruk, dengan adanya ancaman perang saudara.

“Kondisi Timur Tengah saat ini yang terburuk sejak tahun 60-an,” tegasnya.

Situasi di Suriah lebih kompleks karena disana ada berbagai kepentingan kawasan, seperti Iran, Turki, dan Israel, sementara didalam negeri Suriah sendiri, juga ada polarisasi antara kelompok sunni dan syiah. Dalam kelompok oposisi juga terdapat berbagai faksi yang tidak selalu sependapat dalam penyelesaian masalah.

Ia menyatakan, dalam hal ini umat Islam Indonesia mampu menjadi contoh negara Muslim dunia dalam menjaga toleransi dalam keragaman. Kondisi ini harus dikembangkan ke dunia Muslim lainnya. (NU Online)

Dr. Hasan Al-Barnas, Petinggi Ikhwanul Muslimin Ditangkap


SUARA-MUSLIM.COM, Kairo ~ Kementerian Dalam Negeri Mesir mengumumkan penangkapan Dr. Hasan Al-Barnas, salah satu pimpinan Ikhwanul Muslimin yang juga Mantan Gubernur Alexandria. Pihak Keamanan Mesir menangkap Al Barnas di sebuah apartemen di Nasr City, Kamis petang (22/8/2013)

Al Barnas yang juga mantan anggota parlemen dari Partai Huriyah wa al-'Adalah (Kebebasan dan Keadilan) termasuk dalam daftar orang-orang yang menjadi target penangkapan Pihak Keamanan. Ia dianggap telah melakukan hasutan terkait insiden El Qaed Ibrahim di Alexandria yang menyebabkan jatuhnya korban.

Aparat keamanan Mesir selama beberapa terakhir menangkap sejumlah tokoh Ikhwanul Muslimin yang dianggap terlibat dalam insiden kekerasan, diataranya Mursyid 'Am IM Dr. Muhammaed Badie', wakil ketua IM Khairat al-Syathir dan sebagainya. 

Sumber: MuslimediaNews

Mas-ul Ihwanul Muslimin, Mustofa Al Ghanimi Ditangkap di Kota Nasr


SUARA-MUSLIM.COM, Kairo ~ Portal berita Elwatan News melansir sebuah kabar penangkapan Tokoh Ikhwanul Muslimin Mushtofa Thahir Al-Ghanimi, anggota Maktab al-Irshad dan Mas-ul Ikhwanul Muslimin. Ia ditangkap didalam apartemennya di Nasr City, pada Kamis (22/8/2013).

Sebelumnya, juru bicara resmi Ikhwanul Muslimin juga ditangkap di Nasr City. (baca: Ahmad Arif, Juru Bicara Ikhwanul Muslimin Ditangkap di Nasr City).

Pemerintah Mesir gencar melakukan penangkapan terhadap tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin. Diantara yang sudah tertangkap adalah Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin Dr. Muhamamd Badie' yang ditangkap di wilayah Rabe'ah El Adawiyah (20/8/2013). (baca: Tokoh dan Pengusaha Ikhwanul Muslimin Juga Ditangkap)

Penangkapan terhadap pimpinan IM Muhammad Badi' itu mendapat kecaman dari Amerika Serikat. Gedung Putih mengatakan penangkapan itu bertolak belakang dengan komentar-komentar militer untuk mendorong suatuproses politik inklusif. Sebagaimana diberitakan oleh Republika (21/8/2013).

Sumber: Muslimedianews

Ahmad Arif, Juru Bicara Ikhwanul Muslimin Ditangkap di Nasr City


SUARA-MUSLIM.COM, Kairo ~ Pihak Keamanan Mesir menangkap Ahmad Arifjuru bicara resmi Ikhwanul Muslimin. Ia ditangkap pada dini hari, Kamis (22/8/2013)di sebuah apartemen di Nasr City.

Sumber keamanan juga mengatakan bahwa penangkapan Arif setelah menerima laporan dari dinas keamanan terkait persembunyiannya di jalanAbbas al-'Aqqad di Kota Nasr (Nasr City).


Berita penangkatan Ahmad Arif juga dilansir di situs resmi Partai Hurriyah wal 'Adalah (Kebebasan dan Keadilan), sayap politik Ikhwanul Muslimin.

Foto-foto penangkapan Ahmad Arif disebar dihalaman facebook "Asy-Syurthah al-Mishriyyah (Polisi Mesir)", namun halaman tersebut bukanlah halaman resmi. Foto-Foto penangkapan itu juga banyak dimuat di Al Marsy Al Yaoum.


Sumber: alarabiya via Muslimedianews

Berkat Al-Qur'an, Dr. Shekharan Masuk Islam


SUARA-MUSLIM.COM, Riyadh -- Tahun lalu, Dr Indu Chadra Shekharan begitu takjub dengan ceramah Mohammed Ali, Direktur rumah sakit tempat ia bekerja. Saat itu, Ali mengatakan Islam dalam bahasa Arab berarti penyerahan diri, tunduk dan perdamaian.

Perkataan itu yang selanjutnya menunjukan seorang Muslim sejati berkomitmen menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. Dr Shekharan pun semakin kagum ketika Ali bercerita tentang Alquran.

Ia ingat betul, dan telah dibuktikannya sendiri, Alquran memiliki fakta-fakta empiris yang bisa dibuktikan secara ilmiah. Hal ini sekaligus membuktikan Alquran bukanlah buatan Rasulullah Muhammad Sallallahu 'Alaihi wa Sallam melainkan pencipta-Nya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

"Tidak ada manusia yang bisa membuat Alquran. Banyak fakta ilmiah yang ditemukan dalam Alquran dan terbukti kebenarannya," katanya seperti dilansir Arabnews.com, Kamis (15/8).

Menurut Dr Shekharan, Alquran bukanlah kitab ilmu pengetahuan biasa melainkan sebuah kitab peringatan dan mukjizat. "Saya percaya, apa yang dikatakan dalam Alquran ini akan ditemukan para ilmuwan di abad-abad mendatang," katanya yang akhirnya memutuskan untuk menjadi Muslim.

Sebagai satu contoh, lanjutnya, teori Big Bang yang dijelaskan dalam Alquran. Lalu ada posisi gunung yang menjaga kestabilan bumi. Keindahan cerita lebah dan semut yang secara khusus dikisahkan dalam Alquran. 

Melihat dari begitu luar biasanya mukjizat Alquran, Dr Shekharan mengajak umat Islam untuk mempelajarinya. Menjadikan Alquran sebagai panduan menciptakan harmonisasi dan perdamaian dunia. "Alquran menawarkan solusi kebutuhan atas manusia modern yang kerap dilanda konflik dan masalah," imbuh Dr Shekharan.

Dr Shekharan lahir dan dibesarkan dalam keluarga Hindu di Thiruvanandapuran, Kerala. Orang tuanya, profesor medis. Ia ibu dari dua anak.

Sumber: ROL

Tokoh dan Pengusaha Ikhwanul Muslimin Ditangkap

Hassan Malek

SUARA-MUSLIM.COM, Kairo ~ Beberapa media online melansir kabar ditangkapnya tokoh Ikhwnaul Muslimin bernama Hassan Malek (20/8/2013). Hassan Malek, pria kelahiran 20 Agustus 1958 ini merupakan salah satu pemimpin Ikhwanul Muslimin sekaligus pendiri EBDA (Egyptian Business Development Association).

"Laporan Sky News Al Arabiyyah menegaskan adanya penangkapan terhadap Hassan Malek", tulis media online Elwatan dalam situsnya.

Sebelumnya, telah ditangkap Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin Dr. Muhammad Badi' disalah satu apartemen wilayah Rabe'ah El Adawiyah, Nasr Ciry, Kairo oleh otoritas keamanan Mesir sebagaimana disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Ibrahim. Penangkapan tersebut dilakukan pada Selasa (20/8) jam 01:00 dini hari.

Pihak Kementerian memberikan keterangan kepada harian Mesiralmasryalyoum bahwa operasi gabungan dari pihak keamanan berhasil menangkap Badi’ di salah satu apartemen Nasr City yang sedang ditemani oleh Yusuf Thal’at, anggota Aliansi Nasional Pro Legitimasi.

Penangkapan tersebut diawali dari laporan warga yang melihat keberadaan Badi’ di apartemen tersebut, kepada pihak keamanan. Kemudian pihak keamanan menghubungi Jenderal Usamah yang merupakan kepala kepolisian Kairo. Setelah itu diputuskan untuk membentuk tim gabungan dan mengepung apartemen tersebut. Tanpa ada perlawanan, Badi’ dapat ditangkap. Setelah ini, Badi’ akan dipindahkan ke penjara Thurrah. (*)

Sumber: Elwatannews via Muslimedianews

Akhirnya... Pemimpin Ikhwanul Muslimin ditangkap dan dipenjara


SUARA-MUSLIM.COM, Kairo ~ Mohamed Badie, pembimbing Ikhwanul Muslimin di Mesir, kembali ditangkap pada Selasa (20/8) dan diperintahkan mendekam di penjara selama 15 hari selama menunggu penyelidikan dugaan menghasut kerusuhan dan pembunuhan para pemrotes.

Pemimpin Ikhwanul Muslimin tersebut dijadwalkan diadili pada 25 Agustus bersama dengan dua wakilnya, Khairat Ash-Shater dan Rashad Al-Bayoumi, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Surat penangkapan terhadap Badie (70) dikeluarkan pada 4 Juli, sehari setelah penggulingan Moursi, dengan tuduhan menghasut pembunuhan pemrotes anti-Moursi.

Badie ditangkap di satu apartemen di Jalan Tayran di Kabupaten Kota Nasr di bagian timur-laut Ibu Kota Mesir, Kairo, kata laporan media. 

Jalan itu berada tepat di belakang Bundaran Rabiah Al-Adawiyah, salah satu tempat yang digunakan pendukung Moursi untuk mengadakan pertemuan terbuka.

Badie (70) kemudian dipindah ke Penjara Mazraah di Komplek Penjara Torah, tempat mantan presiden Hosni Mubarak dan dua putranya ditahan, kata laporan media.

Setelah Angkatan Bersenjata menggulingkan presiden Mohamed Moursi, Ketua Partai Keadilan dan Kebebasan yang merupakan sayap politik Ikhwanul Muslimin, Juli tahun ini, Badie menyeru rakyat agar ikut dalam aksi-duduk guna membela pemimpin sah mereka di berbagai bundaran di Kairo.

Badie pernah ditangkap karena melakukan kegiatan politik pada 1965, saat ia lulus dari Cairo University. 

Ia dijatuhi hukuman penjara 15 tahun oleh pengadilan militer dan mendapat pembebasan bersyarat bersama semua anggota Ikhwanul Muslimin yang dipenjara pada 1974.

Redaktur: AM
Sumber: Antara

Lakukan Provokasi, Al-Qaradhawi Dilaporkan ke Pihak Keamanan Mesir

SUARA-MUSLIM.COM, Kairo ~ Terjadinya fitnah yang berkepanjangan di Mesir, membuat sebagian ulama, khususnya Al-Azhar untuk senantiasa mencari solusi damai bagi pihak-pihak yang sedang bertikai. Namun, Al-Qardhawi yang tinggal jauh dari Mesir, Qatar, senantiasa melakukan provokasi demi menyalakan api fitnah di Mesir.

Dr. Samir Shabri, salah seorang pengacara, telah mengajukan tuntutan kepada otoritas keamanan Mesir agar menghadirkan Al-Qardhawi ke meja hijau, karena tuduhan provokasi terhadap rakyat Mesir, melawan militer, dan menyerukan intervensi asing ke Mesir. Semua itu dilakukan Al-Qardhawi melalui saluran kabel TV Aljazeera dengan mengatasnamakan Persatuan Ulama Islam yang dia pimpin.

Samir meminta agar nama Al-Qardhawi dimasukkan ke dalam list merah orang-orang yang masuk dan keluar dari Mesir, serta dilarang untuk keluar negeri sampai investigasi selesai dilakukan. Dia juga meminta agar pihak keamanan segera melakukan investigasi terkait tindakan-tindakan kriminal yang dilakukan Al-Qardhawi, sesuai undang-undang darurat yang berlaku di Mesir, serta membawanya ke pengadilan pidana di Mesir.

Sumber: Almogaz via Mosleminfo