BREAKING NEWS
latest

728x90

header-ad

468x60

header-ad
Tampilkan postingan dengan label Ormas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ormas. Tampilkan semua postingan

Ke Depan Pimpinan NU Tidak Dipilih Langsung, Tapi Ditunjuk Ulama



SUARA-MUSLIM.COM, Wonosobo ~ Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq), Wonosobo, Sabtu-Ahad (7-8/9) akhirnya menyepakati perlunya NU kembali menerapkan sistem permusyawaratan antar ulama sepuh melalui ahlul halli wal aqdi.

Sistem ahlul halli wal aqdi menghendaki pergantian pimpinan NU tidak melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar dengan mekanisme suara terbanyak, tetapi melalui permusyawaratan ulama.

Usulan penetapan ahlul halli wal aqdi ini disampaikan oleh dua komisi sekaligus, yakni komisi organisasi dan komisi rekomendasi. Semua peserta rapat pleno menyatakan setuju diterapkannya kembali sistem ini.

Rancangan tentang Penerapan Sistem Ahlul halli wal aqdi akan dikaji oleh tim yang dibentuk oleh PBNU. Diharapkan pada saat Munas atau Muktamar yang akan datang sudah menjadi rumusan yang siap disahkan.

Selain ahlul halli wal aqdi, dalam sidang pleno penetapan hasil sidang-sidang komisi yang dihadiri pengurus lengkap, termasuk KH Sahal Mahfudh, KH Musthofa Bisri, KH Said Aqil Siroj juga menyepakati perlunya restrukturisasi organisasi sebagai kelanjutan dari keputusan "Kembali ke Khittah NU 1926".

“Sebagai konsekwensi kembali ke Khittah 1926 untuk menjadikan NU sebagai  sebuah harakah yang efektif dan dinamis, maka selain mengubah pola pikir serta mekanisme pemilihan pimpinan juga perlu mengubah secara mendasar struktur organisasinya,” demikian dalam keputusan komisi organisasi yang telah disepakati.

Struktur organisasi NU selama ini masih paralel dengan sistem administrasi pemerintahan, mulai dari pusat, wilayah serta kabupaten dan camat. Restrukturisasi dimaksud mengusulkan struktur NU berbasis warga dan program. 

Sumber:  NU Online

Marus (Darah Beku), Halalkah?


SUARA-MUSLIM.COM, Solo ~ Ketika saya pergi ke kota Solo, saya banyak mendengar bahwa menurut MTA marus (darah beku yang direbus/dikukus, dideh: Jawa) hukumya halal. MTA merupakan Majelis Tafsir Al-Qur'an yang dikomandani oleh Ustadz Ahmad Sukino yang bermarkas di Solo. Menurut mereka, darah yang diharamkan Allah dalam al-Qur'an adalah yang mengalir (masfuhan), sementara marus tidak demikian.

Dalam al-Qur'an Allah berfirman:
قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ"Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali bila makanan itu adalah bangkai, darah yang mengalir, atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor." (QS. al-An'am: 145)

Menjadikan ayat ini sebagai dalil kehalalan marus bertentangan ketetapan agama yang menyatakan, bahwa darah, bagaimanapun kondisinya, hukumnya najis dan haram dikonsumsi.

Sebenarnya ada pertanyaan mudah yang harus dijawab jika mereka meyakini kehalalan marus: "Jika darah yang semula mengalir tetapi sudah kering, menurut mereka darah tersebut najis atau tidak?" Jika jawabannya tidak, karena tidak mengalir, maka manakah nash yang menyatakan demikian (darah mengalir yang mengering hukumnya menjadi suci karena tidak lagi mengalir)? Jika najis, bukankah darah tersebut tidak mengalir?

Menurut ulama, ayat di atas yang menggunakan kata daman marfuhan (darah mengalir) berguna untuk mengecualikan hati dan limpa dimana keduanya adalah darah yang mengeras. Demikian pendapat ulama, termasuk Syaikh al-Islam Ibnu Hajar al- Haitami dalam al-Fatawa al-Kubra (1/41). Selain itu, ada pula ulama yang berpendapat, bahwa sisa darah yang menempel dalam daging tidak haram dimakan karena tidak mengalir. Dua masalah inilah yang dikecualikan Allah SWT dalam firman-Nya daman masfuhan- Tafsir al-Qurthubi VII/124.

(Nur Hidayat Muhammad)
Sumber: Sarkub.com

Gus Sholah Tegas Menolak Faham Hizbut Tahrir Indonesia!



SUARA-MUSLIM.COM, Jombang ~ Dengan tegas Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Sholahuddin Wahid yang akrab disapa Gus Sholah menyatakan dirinya menolak paham Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di depan simpatisan HTI. Pernyataan itu dilontarkan pada acara halal bihalal DPD HTI Jombang di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/9).

"Saya tidak nyambung dengan pemikiran HTI, tetapi saya tetap berkawan," ucapnya Gus Sholah.

Ketika publik mengkhawatirkan Gus Sholah dipengaruhi HTI, ia dalam forum itu mengajak simpatisan HTI berpola pikir jernih.

Turut serta berjuang atas nama agama, negara, dan kemanusiaan, tegas Gus Sholah, bisa dilakukan tanpa harus mendirikan sistem khilafah. Ia mengkhawatirkan Indonesia yang berideologi Bhineka Tunggal Ika menuai banyak konflik seperti negara-negara di Timur Tengah.

Gus Sholah juga menceritakan panjang lebar tentang perjuangan para ulama terdahulu dalam mendirikan negara republik Indonesia. Tebuireng sebagai basis perjuangan para ulama melawan penjajah.

Ketika Pancasila menjadi dasar negara, ulama tidak keberatan untuk menghapus tujuh kalimat dalam butir sila pertama. “Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluknya”, dihapus menjadi hanya Ketuhanan Yang Maha Esa, tambah Gus Sholah.

"Saya tidak mendukung, dan juga tidak menolak Khilafah. Karena, saya tidak punya wewenang itu. Silakan berwacana tentang khilafah. Tetapi kalau bergerak mendirikan khilafah, maka negara yang akan bertindak," tandas adik kandung Gus Dur.


Sementara itu ketua HTI, Gus Junaidi At-Thoyyibi lebih banyak membicarakan tentang tokoh-tokoh pesantren yang pernah ia temui. Ia menyebut nama-nama pengasuh Pesantren Langitan, Pengasuh Pondok Sarang, Kempek Cirebon dan sebagainya. Sebelum kepemimpinan Gus Sholah, Gus Jun juga kerap ke Tebuireng menemui KH Yusuf Hasyim.


Pihaknya berharap Gus Sholah dan para pimpinan pesantren lainnya mau untuk bergabung  dengan HTI. Namun agaknya hal tersebut merupakah sebuah kemustahilan. Karena Sejak dahulu, para ulama yang mendirikan pesantren senantiasa bersama-sama pemerintah membangun negara, bukan justru sebaliknya.

(Atunk/NU Online)
Foto: MMN

Ulama Besar Banten Abuya Muhtadi sebut HTI Haram Hukumnya

SUARA-MUSLIM.COM, Banten ~ Rois 'Am Majelis Muzakaroh Muhtadi Cidahu Banten (M3CB) Abuya Muhtadi Dimyathi menyatakan, keinginan dan upaya kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara merupakan salah satu bentuk pemberontakan.

Pernyataan disampaikan secara tertulis dalam satu surat pernyataan tertanggal 21 Agustus 2013. Surat pernyataan disampaikan langsung oleh beberapa murid Abuya Muhtadi ke kantor redaksi NU Online, Jakarta, Selasa (3/8) kemarin. Sebelumnya surat pernyataan itu juga sudah dikirimkan ke PBNU.
Abuya Muhtadi menyatakan, HTI adalah ormas Islam dari luar negeri yang datang ke Indonesia dan ingin menghilangkan Pancasila sebagai dasar negara.

“Perbuatan tersebut salah satu macam dari pemberontakan, padahal memberontak negara itu dosa besar, maka dari itu HTI harom hukumnya dalam berbagai keadaan” demikian dalam pernyataan tersebut.

Abuya Muhtadi adalah seorang ulama kharismatik di Pandeglang dan mempunyai banyak murid di wilayah Banten. Terkait surat pernyataan ini, menurut beberapa muridnya, Abuya gerah dengan gerakan kelompok HTI di wilayah Banten. Selain itu, informasi yang diterima NU Online, putra tokoh besar Abuya Dimyathi ini merasa dirugikan oleh HTI karena namanya sering dicatut dalam berbagai aktifitas mereka. (A. Khoirul Anam/NU Online)


Gara-gara Salah Tulis Miss World, Pengasong Khilafah Ini Ditertawakan


SUARA-MUSLIM.COM
Harusnya ditulis 'Miss World', entah disadari atau tidak, tertulis 'Miss Word.' Padahal selisih satu huruf 'L' saja artinya sudah amat berbeda. World dalam bahasa Indonesia berarti dunia sementara Word berarti kata.

Kesalahan tulisan 'Miss Word' dalam spanduk demonstrasi penolakan digelarnya pemilihan Miss World 2013 di Indonesia oleh sebuah ormas Islam itu kemudian jadi obrolan ramai di facebook. 

Dilihat dari isi pesannya, sepertinya itu tulisan bikinan dari ormas pengasong sistem khilafah di Indonesia.

Pemilik akun facebook membuat status, "Saking anti inggris, mereka gak sudi menulis 'world'.
Status ini kemudian dikomentari macam-macam. 

Lantas apa komentar Anda?


FPI Ancam Lempar Kecoa di Hotel Peserta Miss World



SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta ~ Ada-ada saja tingkah Front Pembela Islam (FPI). Selama ini mereka bersikeras menolak pagelaran ajang Miss World di Indonesia. Kali ini mereka mengancam akan membuat ulah di Hotel Hyatt tempat para peserta Miss World menginap.

"Kita dudukin di sana, kita tangkap kecoa yang banyak dan kotoran kita lemparin ke sana," ujar salah satu ulama FPI di mobil orasi disambut riuh ratusan anggotanya, Selasa (3/9).

Dia menambahkan perbuatan tersebut sah saja dan tidak melanggar hukum. Dia menyebutkan tidak ada pasalnya jika membawa kecoa.

"Kalau perlu kita lempar jumrah," katanya.

Hingga pukul 16.35 WIB mereka masih berorasi di depan kantor Hary Tanoe. 15 Orang perwakilan FPI sedang bertemu dengan Hary Tanoe. [au/ merdeka.com)

Desakan FPI Agar Densus 88 Dibubarkan Sangat Tidak Berdasar


SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta - Munas Front Pembela Islam (FPI) membuahkan sebuah pandangan guna mendesak Densus 88 Antiteror Polri dibubarkan dengan alasan telah banyak melanggar aturan hukum dan kemanusiaan saat melakukan aksi.
Menyikapi hal tersebut, Markas Besar Kepolisian Indonesia (Mabes Polri) menganggap bahwa pernyataan FPI tersebut tidak berdasar.
"Silahkan saja tanya kepada masyarakat karena mendirikan Densus 88 kan melalui peraturan Kapolri dan peraturan Kapolri itu juga atas persetujuan kementerian yaitu merupakan kebutuhan negara artinya kebutuhan negara, itu dikaitkan dengan perkembangan situasi keamanana di suatu negara," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2013).
Dikatakan Ronny, apa yang Densus 88 kerjakan selama ini justru dijadikan contoh negara-negara lain dalam hal pemberantasan aksi terorisme.
Kepolisian masih belum melihat adanya upaya secara simultan bersama unsur masyarakat untuk memerangi kasus terorisme termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) layaknya dalam pemberantasan korupsi.
"Justru sekarang ini kita bisa membangun secara bersama kewaspadaan secara nasional  terhadap kasus-kasus terorisme. Itu yang perlu dibangun, sehingga ada upaya sinergi dan komprehensif. Tidak hanya salah satu unsur katakanlah densus 88 semata. Kita punya BNPT dibawah koordinasi BNPT Densus 88 sebagai salah satu unsur penyidik penegak hukumnya, sedangkan pencegahan, penanggulangan teror itu kan menyangkut pencegahan kemudian pemberantasan, kemudian rehab, kalau dilakukan secara sinergi dan komprehensif disitulah baru masyarakat bisa melihat bagaimana unsur Densus perannya selama ini," papar Ronny.
Serangan terhadap Densus belakangan ini diakibatkan Densus merupakan pihak yang paling intens menangani kasus teroris, sehingga Densus 88 termasuk anggota Polri didalamnya menjadi target teoris.
Bila sudah ada sinergitas dalam masyarakat dalam pemberantasan terorisme, maka tidak akan ada pernyataan-pernyataan pembubaran Densus 88 seperti yang diungkapkan FPI.
"Persoalannya kalau  kita semua ada sinergitas secara komprehensif dan bersama-sama memerangi teroris, maka tidak akan ada pernyataan-pernyataan seperti itu. Apakah kita lihat terorisme ini menjadi hal yang harus diberantas atau tidak, kita tanyakan lagi pada masyarakat. Seperti saya katakan tadi tanya pada masyarakat, tanya pada seluruh warga Indonesia bagaimana?," ungkap Ronny.
Kebutuhan adanya Densus 88 merupakan kebutuhan negara. Sebuah tindak pidana yang menjadi musuh bersama tersebut harus didukung semua elemen masyarakat.
"Apabila upaya dari lembaga yang diberikan kewenangan untuk menangani kasus itu, kemudian mengganggu, kemudian kita katakan upaya pemberantasan terhadap teroris kemudian diganggu, ini bagaimana?, kenapa anda tidak tanya pada masyarakat Indonesia. Karena saat ada gangguan terhadap upaya pemberantasan teroris siapa yang berada dibelakangnya, siapa yang berada dibelakang Densus atau Polri untuk memberantas terorisme, apakah kemudian dibiarkan kepolsian sendirian, nah itu pertanyakan harus jawab," ungkapnya. [AU/ tribunnews]

Didatangi Banser, Pimpinan dan Anggota MTA Kabur

SUARA-MUSLIM.COM, Demak ~ Rabu (22/8) kemarin Gerakan Pemuda Ansor, Banser, dan CBP mendatangi markas MTA di Kabupaten Demak. Namun sampai lokasi ternyata pimpinan dan anggota MTA sudah tidak ada di tempat.

Dilaporkan, Demak sebagai kota wali dan kota santri yang notabene berhaluan Aswaja mulai dimasuki golongan atau kelompok Islam garis keras yang bermarkas di Solo Jawa Tengah yakni Majjlis Tafsir Alqur’an (MTA).

Desa Dondong kecamatan Demak Kota merupakan markas MTA di Kabupaten Demak. Setelah mendapatkan laporan dari para tokoh dan warga sekitar tentang kegiatan MTA di Desa Dondong yang dianggap meresahkan warga sekitar, pengurus NU setempat langsung menginstruksikan Ansor dan Banser untuk segera bertindak tegas.

Segera setelah mendapatkan instruksi, GP Ansor, Banser, CBP dari kantor PCNU langsung menuju lokasi dengan membawa 300 an anggotanya dengan aksi damai. Namun karena pimpinan dan anggota MTA sudah tidak ada di tempat, akhirnya hanya terjadi dialog dengan aparat keamanan.

Ketua PC Ansor Demak H.Abdurrahman Kasdi selesai berdialog yang didampingi Kapolres Demak, Dandim, Kapolsek, Koramil Demak Kota, Ketua MWC NU Demak Kota ketua PC IPNU serta lurah Dondong ditengah tengah ratusan Banser, CBP dan warga sekitar yang bertempat di halaman masjid Mubarokah Desa Dondong menyampaikan bahwasannya NU, Ansor dan Banser menuntut agar MTA didesa tersebut dihentikan kegiatannya untuk selamanya dikarenakan kegiatan mereka dianggap meresahkan masyarakat sekitar yang sudah mapan dalam beribadah,

“Kami datang kesini atas laporan warga sini (Desa Dondong) , atas nama Nahdlatul Ulama kami minta kepada kepolisian agar kegiatan MTA disini dihentikan selamanya,” tuntut Abdurrahman.

Sementara itu kepala Satkorcab Banser Musta’in meminta kepada Kapolres Demak yang diwakili kasatintel Ruswiyanto agar pimpinan MTA Supardi dan anggotanya untuk bisa dipertemukan dengan Ansor dan Banser yang difasilitasi oleh Kapolres dengan melibatkan Kesbangpolinmas kabupaten Demak untuk bias mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dianggap meresahkan warga sekitar yang merasa terganggu dengan kegiatan mereka,paling lama 3 hari,

“Kami meminta pada bapak Kapolres Demak Supardi dan anggotanya harus dipertemukan dengan kami untuk bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya yaitu menghentikan segala bentuk kegiatannya dikabupaten Demak, kami beri waktu 3 hari,” tegas Mustain.

Ditempat yang sama Kapolres Demak melalui kasatintel Ruswiyanto berjanji ditengah tengah anggota banser dan warga sekitar untuk bisa memanggil dan berdialog antara MTA, NU, Ansor dan Banser,

“Karena sekarang pimpinan MTA pak Supardi tidak ada ditempat kami berjanji maksimal tiga hari untuk bisa mempertemukan Supardi dan anggotanya untuk diajak dialog dengan NU dan Ansor,” jelas Ruswiyanto

Sedangkan Sukarman yang juga tetangga dekat Supardi mengutarakan kalau kegiatan yang diselenggarakan MTA sangat mengganggu lingkungan dikarenakan keseharian selalu menyalakan radio yang dilangsungkan ke soundystem  dengan sengaja didengarkan kepada tetangga disamping itu sangat mengusik kegiatan beribadah warga yang sudah mapan, berdasarkan keterangannya pula pengikut didesanya hanya 4 kepala keluarga yang banyak adalah pendatang dari luar daerah dondong,

“Pengikut MTA dikampung ini hanya empat keluarga saja, justru kegiatan pengajian didatangi oleh banyak orang dari luar daerah namun kegiatannya sangat mengganggu lingkungan” kata Sukarman.

Sumber: NU.or.id

Akhirnya... Pemimpin Ikhwanul Muslimin ditangkap dan dipenjara


SUARA-MUSLIM.COM, Kairo ~ Mohamed Badie, pembimbing Ikhwanul Muslimin di Mesir, kembali ditangkap pada Selasa (20/8) dan diperintahkan mendekam di penjara selama 15 hari selama menunggu penyelidikan dugaan menghasut kerusuhan dan pembunuhan para pemrotes.

Pemimpin Ikhwanul Muslimin tersebut dijadwalkan diadili pada 25 Agustus bersama dengan dua wakilnya, Khairat Ash-Shater dan Rashad Al-Bayoumi, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Surat penangkapan terhadap Badie (70) dikeluarkan pada 4 Juli, sehari setelah penggulingan Moursi, dengan tuduhan menghasut pembunuhan pemrotes anti-Moursi.

Badie ditangkap di satu apartemen di Jalan Tayran di Kabupaten Kota Nasr di bagian timur-laut Ibu Kota Mesir, Kairo, kata laporan media. 

Jalan itu berada tepat di belakang Bundaran Rabiah Al-Adawiyah, salah satu tempat yang digunakan pendukung Moursi untuk mengadakan pertemuan terbuka.

Badie (70) kemudian dipindah ke Penjara Mazraah di Komplek Penjara Torah, tempat mantan presiden Hosni Mubarak dan dua putranya ditahan, kata laporan media.

Setelah Angkatan Bersenjata menggulingkan presiden Mohamed Moursi, Ketua Partai Keadilan dan Kebebasan yang merupakan sayap politik Ikhwanul Muslimin, Juli tahun ini, Badie menyeru rakyat agar ikut dalam aksi-duduk guna membela pemimpin sah mereka di berbagai bundaran di Kairo.

Badie pernah ditangkap karena melakukan kegiatan politik pada 1965, saat ia lulus dari Cairo University. 

Ia dijatuhi hukuman penjara 15 tahun oleh pengadilan militer dan mendapat pembebasan bersyarat bersama semua anggota Ikhwanul Muslimin yang dipenjara pada 1974.

Redaktur: AM
Sumber: Antara

PBNU Kutuk Aksi Penembakan Terhadap Polisi

SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta ~ Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk kekerasan terhadap manusia atas nama apapun dan dengan alasan apapun.

Itu diungkapkan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menanggapi tragedi penembakan polisi yang terjadi baru-baru ini.

"Penembakan itu teror. Ditujukan untuk menebar ketakutan pada masyarakat," ujar Said di Jakarta, Senin (19/8).

Said juga berpendapat teror dimaksudkan tidak hanya terjadi di Jakarta. Menurutnya ada pihak yang sengaja ingin membuat Indonesia tidak aman. "Ada perancangnya, pasti sudah didesain," lanjutnya.

Untuk itu ia menyarankan agar pemerintah ke depannya bisa lebih sigap dan tidak melakukan antisipasi hanya setelah kejadian terjadi.

"Karenanya, kalau ada indikasi kelompok radikal, mereka harus dibubarkan," pungkas Said.

Redaktur: AM 
Sumber: MetroTVNews

Bakar Tiga Gereja, Ikhwanul Muslimin Telah Mempolitisasi Agama

Pendukung Mursi ngamuk


SUARA-MUSLIM.COM, Jakarta – Tindakan yang dilakukan para pendukung Presiden Mesir tergulir Mohammad Mursi membakar tiga gereja semakin memperburuk citra Ikhwanul Muslimin di dunia internasional. Intelektual muda Nadhatul Ulama yang juga Ketua Moderate Muslim Society Zuhairi Miswari mengatakan, Ikhwanul Muslimin juga telah melakukan politisasi terhadap agama Islam dalam konflik di Mesir. Menurut dia, konflik di Mesir adalah masalah politik sehingga tidak perlu membawa-bawa agama.

“Dari dulu, hubungan antara umat Islam dan Kristen di Mesir sejak zaman Anwar Saddat hingga Husni Mubarak. Mesjid dan gereja berdampingan dan para jemaatnya bisa hidup dengan damai. Tindakan Ikhwanul Muslimin membakar gereka di Mesir merupakan bentuk ego sektoral mereka. Padahal, selama ini Ikhwanul Muslimin dikenal sebagai kelompok yang punya itikad baik,”kata Zuhairi ketika dihubungi KBR68H melalui sambungan telepon.

Intelektual muda Nadhatul Ulama yang juga Ketua Moderate Muslim Society Zuhairi Miswari menambahkan, krisis politik di Mesir sebenarnya bisa diselesaikan tanpa harus ada intervensi dari dunia luar. Satu-satunya cara adalah mengajak dua pihak yang bertikai yaitu Ikhwanul Muslimin dan pemerintah Mesir yang berkuasa saat ini untuk berunding.

Namun, Ikhwanul Muslimin justru tidak mau berunding dan bersikeras meminta Mohamad Mursi kembali dijadikan sebagai Presiden. Kata Zuhairi, tuntutan Ikhwanul Muslimin tersebut sudah tidak masuk akal.

Pendukung Presiden Mohamed Mursi membakar tiga gereja di Mesir tengah pada hari Rabu dalam serangan balasan terhadap polisi yang membubarkan demonstrasi di Kairo.

Para penyerang melemparkan bom molotov  ke gereja Mar Gergiss di Sohag, kota yang didominasi pemeluk Kristen Koptik. Para pejabat keamanan mengatakan  dua gereja lain diserang di provinsi el-Menia, yang rusak akibat kobaran api. 

Kelompok Hak Asasi Maspero Youth Union melaporkan informasi yang sama, menuduh gerakan Ikhwanul Muslimin "melancarkan perang pembalasan" terhadap umat Kristen di negara itu.

Sebelumnya, Gereja Koptik mendukung kudeta terhadap Mursi. Saat itu, pemimpin umat Koptik Patriarch Tawadros II muncul bersama Jenderal Abdel Fatah al-Sisi saat mengumumkan penggulingan Mursi pada 3 Juli lalu. [abu umar/ PortalKBR]

Aktifis HTI, Abulwafa Romli Nyungsep Diajak Dialog Terbuka?


SUARA-MUSLIM.COM ~ Abulwafa Romli Aktifis Hizbut Tahrir sekaligus penulis Buku “BANTAHAN BUKU JURUS AMPUH MEMBUNGKAM HTI", Namun ketika menulis dan membantah buku karya KH. Muhammad Idrus Romli ternyata ia banyak mengutip atau mengambil referensi dari buku-buku kaum Wahabi.

Padahal dia mengaku sebagai NU tulen dan alumni pesantren Lirboyo yang seharusnya anti Wahabi tapi anehnya malah menjadikan pendapat Wahaby sebagai rujukanya.

Dan menurut sumber yang terpecaya, Abulwafa Romli sudah disurati untuk diajak diskusi/debat Ilmiyah bersama KH. Muhammad Idrus Romli, tetapi yang bersangkutan tak kunjung meladeni bahkan terkesan takut dan nyungsep. Berikut kutipan surat terbuka untuk AbulWafa Romli tersebut.

Buku Karya Ust. Idrus Ramli
Kepada
Yth. Sdr. Abulwafa Romli

Di – Tempat

Dengan Hormat,
Bahwa saya bermaksud meminta konfirmasi kesediaan kepada Sdr. Abulwafa Romli dalam rangka di adakannya “DIALOG TERBUKA & BEDAH BUKU JURUS AMPUH MEMBUNGKAM HTI”.

Kami tertarik dengan bantahan atas Buku Jurus Ampuh Membungkam HTI karya Ust. Muhammad Idrus Ramli, yang Sdr. Abulwafa Romli uraikan di media sosial milik saudara.

Untuk menindak lanjuti bantahan atas buku karya Ust. Muhammad Idrus Ramli tersebut, maka alangkah baiknya jika Sdr. Abulwafa Romli dapat menentukan hari dan tempat yang representatf menurut Sdr. Abulwafa Romli. Sebab, pihak kami telah menghubungi pihak Ust. Muhammad Idrus Ramli, dan pihak beliau menyatakan kesiapannya kapanpun & dimanapun untuk berdialog secara terbuka, terhormat, dan bermartabat dengan Sdr. Abulwafa Romli (Head to Head).

Selanjutnya, jika Sdr. Abulwafa Romli menyatakan persetujuan terhadap di adakannya Dialog Terbuka ini, maka silahkan merespon surat kami ini juga secara terbuka di facebook milik Sdr. Abulwafa Romli. Maka kami akan segera melakukan persiapan digelarnya dialog terbuka tersebut.

Hormat Saya,

APRI, S.H., S.H.I, M.H.

Demikian surat terbuka yang beredar di jejaring sosial facebook. Abulwafa Ramli sendiri cukup konsen didunia facebook. Dengan fanpage yang dikelolanya "Membongkar Pemikiran Aswaja Topeng" https://www/facebook com/MembongkarPemikiranAswajaTopeng , ia berusaha menyebarkan ide-ide Hizbut Tahrir. Namun, sayang ia mangkir dalam ajakan dialog ilmiah. [MMN]

Voa-Islam Sebarkan Pesan BBM Provokatif Kasus Bentrok di Lamongan

SUARA-MUSLIM.COM ~ Ditengah kasus bentrokan di Lamongan itu, provokasi datang dari media radikal voa-Islam.com . Dalam situsnya, pihak voa-Islam membuat judul berita yang sangat provokatif "Anak & Istri Ikhwan Dibacok Preman, Laskar Islam Merapat ke Lamongan". 

Disebutkan bahwa, telah beredar pesan BlackBerry Messenger (BBM) pada Senin pagi (12/8) dikalangan aktivis Islam yang mengabarkan telah terjadi pengeroyokan terhadap rumah para ikhwan dan aktivis Islam di Lamongan Jawa Timur yang dilakukan oleh para preman. 

"Selain pengeroyokan, para preman yang jumlahnya ratusan tersebut juga melakukan pembacokan terhadap anak dan istri para ikhwan. Pengeroyokan dan pembacokan itu sendiri terjadi pada Minggu (11/8/2013) malam.", tulis media radikal tersebut.

Berita itu mendapat berbagai tanggapan di kolom komentarnya, mulai dari pihak yang mempertanyakan validitasnya hingga orang-orang yang langsung percaya terhadap kabar burung tersebut. 

Misalnya, komentator dengan id Muslim Moderat: "Udh ane duga psti berita ini di VOA-Islam jdi cetar membahana bgni.haha. Woooyyy info dri BBM gak bsa di jadiin sumber validitas berita.!!!"

Imam_Supriadi "VOA-ISLAM tolong cek dan ricek, jangan langsung percaya.....kalau ternyata benar....dari FPI Kota Depok siap terjun ke lapangan...."

Andi Surandi "Sumber kok BBM tanpa identitas takut ketinggalan berita yah"

Voa-Islam Harus Diwaspadai

Beberapa waktu lalu, Pemred Situs Resmi PBNU NU Online Syafi Alielha mengatakan dan menghimbau agar mewaspadai website Islam seperti arrahmah, voa islam, hidayatullah, nahi munkar, dan sejumlah website Islam lain yang tidak membawa misi Islam Rahmatan Lil Alamin sebagaimana tercantum dalam Al-Quran. Sebagaimana dilansir oleh NU Online (29/7/2013) lalu. Baca : PBNU Dukung Penutupan Website Provokatif.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj juga mendukung sepenuhnya usulan seorang anggota DPR RI kepada Menkominfo beberapa hari lalu untuk menutup situs jejaring sosial Islam yang bersifat provokatif.

Namun  KH. Said Aqil Siradj memberikan catatan bahwa penutupan website itu harus hati-hati. Website Islam yang berisi dakwah dan penyiaran syiar Islam, tidak masuk dalam daftar penutupan. [MMN]

Kapolda Jatim: Bentrok di Lamongan Tidak Terkait FPI


SUARA-MUSLIM.COM, — Polda Jawa Timur menahan 44 warga dan menyita 43 senjata tajam, menyusul bentrok di Kecamatan Paciran, Lamongan, yang terjadi pada Minggu (11/8/2013) malam. Bentrok dipastikan tidak terkait ormas Front Pembela Islam (FPI).
"Ini murni aksi kriminal sekelompok orang, tidak ada keterlibatan anggota ormas FPI di dalamnya," tegas Kapolda Jawa Timur Irjen Unggung Cahyono, Senin (12/8/2013). Bentrok tersebut mengakibatkan dua sepeda motor dan dua rumah terbakar, serta dua orang terluka parah.
"Kami masih memburu pelaku utamanya," kata Unggung. Pemeriksaan intensif masih terus berlangsung. Namun, Unggung menegaskan, bentrok tidak terkait dengan isu agama.
Semula bentrok ini diduga melibatkan anggota FPI Lamongan. Namun, bantahan keras langsung dilontarkan pengurus DPD FPI Jawa Timur atas dugaan itu.
Pengurus FPI Jawa Timur pun menyatakan, FPI Kabupaten Lamongansudah dianggap tidak ada setelah terjadi perbedaan prinsip dengan pengurus pusat FPI. Seluruh pengurus FPI Lamongan sudah dinonaktifkan. [tribunnews]

PSK Bebas Keluyuran di Tanah Abang, FPI Kemana?


(foto: merdeka.com)
Yang di Temanggung sampai ekspansi ke Kendal, tapi yang dekat dengan markasnya adem-adem saja

Kurang dari 1 km dari Tanah Abang, terdapat Kantor Pusat Front Pembela Islam (FPI). Tepatnya di Jalan Petamburan III/17, Tanah Abang, Jakarta Pusat.


FPI dikenal garang dan tegas dalam melakukan aksi sweeping. Dari minuman keras, tempat hiburan hingga Pekerja Seks Komersial (PSK). Terlebih di bulan suci Ramadan.



Ironisnya, di Tanah Abang yang wilayahnya bergandengan dengan Kantor Pusat FPI, para pelacur berjejer menjajakan diri di siang bolong. Dengan dandanan menor, mereka tak malu-malu merayu para pria yang melintas untuk kencan.



Mereka-mereka PSK mangkal di penjual minuman dan rokok di sepanjang Jalan Jati Baru, Tanah Abang.



"Mana polisi dan mana FPI, mereka 24 jam jablay-jablay masih ada dan beroperasi," kata salah satu pedagang di Tanah Abang kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (2/8).



Pria kelahiran Tanah Abang ini menilai jika operasi yang digelar polisi hanya bersifat sementara. Dirinya amat menyayangkan ormas dan kepolisian yang enggan menindak PSK-PSK yang masih tetap beroperasi.



"Padahal ini masih bulan Ramadan nyatanya masih ada (PSK). Selain itu preman yang ditangkap paling juga sebentar keluar," jelasnya.



Salah satu PSK setengah tua yang masih menunggu pria hidung belang adalah Linda. Wanita asal Klaten ini mengaku jika ingin mengumpulkan pundi-pundi uang dari pelayanannya.



"Ayo mas, ngamar yuk, rilek dan santai-santai sambil tiduran," ajak Linda.



Linda mengaku terpaksa harus menjajakan diri untuk biaya mudik. Wanita berusia 40 tahunan ini mau pulang kampung ke Klaten, Jawa Tengah beberapa hari lagi.



"Rp 200.000 aja mas, sekali ngamar. Buat ongkos mudik," rayu Linda pada pria yang melintas.

Redaktur: Abu Muhammad
Sumber: Merdeka.com

Lagi, Muhammadiyah Bakal Mangkir Dari Sidang Itsbat 7 Agustus

JAKARTA, suara-muslim.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, memastikan organisasinya tidak akan menghadiri sidang Isbat untuk penentuan 1 Syawal yang akan digelar hari ini, Rabu (7/8) meskipun diundang oleh pemerintah.
Menurut Din, selama ini argumentasi Muhammadiyah tak pernah dipertimbangkan dalam menentukan waktu puasa maupun Idul Fitri. "Muhammadiyah tidak ikut rapat Isbat. Karena saat Menteri Agama dijabat Suryadharma Ali, penentuan awal dan akhir puasa sangat dipolitisir. Dan kami hanya dijadikan pemanis saja," katanya.
Din menjelaskan, Muhammadiyah selalu menentukan awal dan akhir Ramadan secara ilmiah sesuai dengan ajaran Islam. Di tahun ini, Muhammadiyah telah menetapkan akhir Ramadan pada Rabu 7 Agustus 2013, dan Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah jatuh pada Kamis 8 Agustus 2013.
Sebelumnya telah terjadi pertemuan antara matahari, bulan, dan bumi pada suatu garis lurus. Hal itu diartikan bulan lama telah berakhir dan berganti masuk bulan yang baru. "Tapi persoalan ini tidak perlu dibesar-besarkan, tetap harus didialogkan, karena ada perbedaan," kata Din.
Semestinya, kata Din, pemerintah tidak perlu ikut campur dalam penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri. Sebab, hal ini ada di ranah keyakinan umat dan pemerintah tidak memiliki kewenangan mengaturnya. "Kapan tarawih, kapan Idul Fitri pemerintah tidak perlu ikut campur," kata dia.
Sidang Isbat yang biasanya digelar pada pukul 17.00 WIB, akan dipercepat menjadi pukul 13.30 WIB. Pemerintah berharap Idul Fitri akan dirayakan secara bersama.
Menteri Agama Surya Dharma Ali mengatakan dimajukannya jadwal sidang ini dikarenakan akan didahului dengan diskusi yang akan menjawab berbagai macam pertanyaan masyarakat tentang mengapa awal Ramadan dan awal bulan Syawal selalu berbeda dan tidak pernah serentak.
"Kami akan bahas, di samping nanti kami akan meminta dari negara sahabat untuk menyampaikan pengalaman di negara mereka bagaimana cara menetapkan awal bulan di negara masing-masing," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/8).

Redaktur: Abu Muhammad
Sumber: Suara Merdeka

PBNU: Saya dukung FPI dibubarkan



Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirodj mendukung Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Sebab, ormas asuhan Habib Rizieq yang mengatasnamakan Islam itu hanya memberikan rasa takut bagi umat.

"Saya setuju FPI dibubarkan dan semua kelompok yang mengatasnamakan Islam lalu memberi rasa takut, dibubarkan saja. Sudah sejak lama saya memberi masukan ke Presiden SBY. Dulu-dulu presiden hanya diam, dan sekarang saja mulai merespon," ujar Said dalam peresmian Pondok Pesantren Al-Tsaqofaf di Jakarta Selatan, Minggu (28/7).

Said mengatakan seharusnya penyebaran Islam harus dengan cara santun, bukan dengan kekerasan. Jika syiar Islam dilakukan dengan kekerasan, maka tidak akan bertahan lama.

"Islam keras tidak akan bertahan lama di Indonesia," kata Said.

Sedangkan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang hadir dan didaulat meresmikan Pesantren Al-Tsaqofah, mendukung dikembangkannya pendidikan pesantren. Hatta menilai pesantren sanggup menjawab kebutuhan penciptaan penerus bangsa.

"Pesantren tidak sebatas mengaktualisasi bangunan tradisional, akan tetapi memiliki metode pengajaran yang mengedepankan pendekatan sosial spiritual," kata Hatta. (merdeka.com)

PBNU Dukung Sikap Tegas SBY terhadap FPI



Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mendukung sikap tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kasussweeping Front Pembela Islam (FPI) di Kendal. PBNU setuju jika ormas yang dirasa meresahkan masyarakat dibubarkan.

"Saya dukung Pak SBY dalam mengambil langkah tegas terhadap ormas yang mengatasnamakan Islam dan menghadirkan rasa takut kepada mayarakat dibubarkan, " kata Said usai acara peresmian Ponpes Luhur Al Tsaqofah di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/7/2013).

Said mengungkapkan ormas yang mengatasnamakan agama dan bertindak anarkis tidak bisa bertahan lama. Diharapkan ormas yang ada bisa berjalan beriringan dan tidak membuat resah masyarakat seperti halnya NU.

"NU sejak dulu pasti akan terus berjalan dengan memegang prinsip ahlus sunnah wal jamaah," ucapnya.

Sebelumnya SBY mengomentari bentrokan antara FPI dan masyarakat yang terjadi di Jawa Tengah, 18 Juli kemarin. SBY menegaskan tidak akan memberikan toleransi apapun soal kekerasan tersebut.

"Posisi saya sangat jelas, kita tidak akan memberikan toleransi apapun," ujar SBY di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (21/7).

Pada kesempatan itu, SBY menegaskan bahwa Indonesia mempunyai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada sekelompok masyarakat yang boleh main hakim sendiri, terlebih dengan mengatasnamakan agama.

"Harus dicegah agar tidak ada elemen dari manapun juga termasuk FPI yang melakukan apalagi kerusakan," imbuhnya.

SBY meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap menjaga ketentraman dan keamanan masyarakat, terlebih hal ini terjadi di bulan suci Ramadan. SBY juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing dengan hal tersebut.

"Kepolisian, secara tegas, tidak membiarkan. Gunakan cara yang paling baik, sepersuasif mungkin dan tegakkan hukum itu dengan tegas," tegas SBY. (detiknews)

Kisah Dua Orang FPI Mati Kutu di Hadapan Anak Pesantren di Tegal

Foto ilustrasi FPI
Kisah ini diceritakan oleh seseorang asli Cimahi yang kebetulan saat itu sedang perjalanan dari Bandung menuju Semarang.

Waktu itu di daerah Tegal, 4 Mei 2013 sekira pukul 00.30 setelah saya selesai sholat isya di suatu masjid dan akan makan di sebuah rumah makan yang terletak di depan gudang Bulog setelah kota Tegal tiba tiba terjadi keributan di seberang tempat saya makan.

Ketika keluar dari mobil dan menyebrang untuk melihat keributan tersebut,ternyata ada 2 orang laki laki yang memakai atribut rompi FPI (Front Pembela Islam) sedang adu mulut dengan 1 orang pemuda yang di tuduh sebagai anak jalanan yang suka minum minuman keras. Padahal pemuda tersebut sedang duduk beristirahat di sebuah warung yang sudah tutup,yang secara kebetulan di warung yang sebelahnya yang juga sudah tutup ada beberapa anak punk sedang minum minuman keras. Entah bagaimana awalnya sampai terjadi keributan soalnya ketika didatangi dan beberapa sopir truk, kernet truk keributan itu sudah terjadi

Setelah banyak orang yang melihat melihat apa yang terjadi, mereka yang ribut di ajak ke warung yang masih buka untuk menyelesaikan dan di tanyakan oleh beberapa warga kampung sekitar keributan itu terjadi. Dan saya pun tertarik untuk mengikutinya.

Pemuda yang memakai jaket kulit dan menenteng tas gendong menceritakan awal muasal sampai terjadi keributan

Pemuda : 
"Awalnya saya sedang beristirahat di warung depan sebrang jalan,dari jam 8 malam saya sudah beristirahat di warung tersebut,saya dalam perjalanan syiar jalan kak pulang pergi banten madura dari pondok pesantren di pandeglang banten,saya istirahat karena sudah lelah berjalan dari mulai Comal Pemalang jam 6 pagi sampai di sini jam 8 malam,saya putuskan istirahat di warung yg tutup kebetulan ada dipannya ( semacam tempat tidur dari papan kayu ),ya saya istirahat saja di warung itu"

Warga :
"Lah terus ada masalah apa sampai terjadi keributan anda dan 2 orang ini ( FPI-red ) ??"

Pemuda:
Saya tidak tau awal mulanya terjadi keributan,saya bangun karena dengar keributan itu, saya lihat 2 orang ini mengusir beberapa anak yg rambutnya ga karuan,ya saya diam saja karena pada saat saya istirahat mereka belum ada,saya tadi hanya sendiri,saya berdiri untuk melihat ada apa,2 orang ini mengusir anak jalanan yg tadi sudah pergi,tiba tiba tampa menanyakan saya ini siapa ko maen tendang ,kebetulan tas yg saya bawa posisinya di depan,saya tidak menyangka akan di tendang seperti itu ya saya terjatuh,mereka bilang ke saya pakai bahasa jawa yg saya tidak mengerti apa yg mereka ucapkan,lalu saya bilang maaf ada apa ini ko maen tendang,dan jangan pakai bahasa jawa karena saya bukan orang jawa,terus mereka marah marah kepada saya menyuruh saya pergi dari sini untuk ikut anak jalanan tadi...saya bilang saya bukan teman mereka,belum sempat saya jelaskan mas yg satu ini nendang lagi tas saya,ya saya marah karena di dalam tas saya ada Kitab Suci AL- Quran,

FPI : "Kenapa kamu ga bilang dari awal kalau di tas kamu ada AL-Quran?"

Pemuda:
"Apa mas tadi bertanya kalau mau nendang saya ?? kan anda langsung nendang saya tampa menanyakan saya ini siapa,anda jangan menilai setiap orang itu sama hanya karena saya memakai kaos oblong bercelana pendek terus anda dengan enaknya main tendang aja"

Warga :
"Hei Dengar dulu pembicaraan masnya ini" ( warga berkata sama anggota FPI ).
Terus gimana mas??

Pemuda :
"Ya saya tanya ke orang ini,kenapa menendang saya,dan apa salah saya,mereka tetap bilang sudah ikuti teman kamu dan jangan bikin kotor kota saya sama anak berandalan kaya kamu"

FPI : "Saya tidak bilang seperti itu!"

Pemuda :
"Saya pegang Al-Quran lho ini..anda berani bersumpah di atas Al-Quran ini kalau anda tadi bilang seperti itu >???
(FPI diam ga berani jawab)

Pemuda :
"Nah mas yang nendang saya ini orang nya ko emosian,saya tanya tadi sama anda kan,kenapa anda menendang saya,anda tetap saja bilang saya berandalan..dan anda menarik tas saya untuk menyuruh saya pergi,karena saya ga mau pergi anda coba menendang lagi saya,ya sudah saya lawan saya dorong dia sambil saya bilang kalau di tas saya ada Kitab Suci Al-Quran,mas yg satu ini sudah siap mau memukul saya,saya cepat buka tas saya dan saya keluarkan Al-quran dari dalam tas saya,saya jelaskan saya anak pesantren yg lagi jalan,tapi mas yg ini emosi karena saya dorong sampai dia terjatuh,saya terangkan anda sudah berbuat zolim kepada saya dan Kitab Suci Umat Islam,karena anda tadi menendang saya pas mengenai tas saya,saya simpan tas dan Al-Quran di dipan,saya ajak mereka duduk bicara baik baik,tapi mas ini ( menunjuk orng yg menendang tas nya ) emosinya ga bisa di kendalikan,dia terus berteriak menantang saya untuk berkelahi,saya heran apa dia tidak melihat apa yg saya bawa ???"

FPI : 
"Kalau kamu anak pesantren kenapa kamu tidak berpakaian sejatinya anak pesantren?" ( dengan nada emosi )

Pemuda :
"Loh saya kan jalan kaki mas,bukan pakai kendaraan seperti anda,saya berpakaian seperti ini karena pakaian yg paling bersih untuk saya Solat,dan tidak ada salahnya saya berpakaian seperti ini,yg saya pakai masih sopan kok"

FPI :
"Kamu kenapa ga istirahat di masjid,malah tidur di warung,katanya anak pesantren !!"

Pemuda :
"Maaf mas,saya tadi sudah bilang,pakaian saya kotor,saya tidak ingin mengotori masjid meskipun itu hanya tidur di serambinya saja,masjid itu tempat untuk ibadah bukan tempat untuk tidur,anda seharusnya mengerti kan anda orang dari organisasi ke islaman,apa anda tidak di ajarkan amir anda "

FPI : ( diem kagak bisa ngomong )

Pemuda :
"Musafir itu jangan di lihat dari pakaiannya,kami para musafir justru berpakaian seadanya,kenapa ? karena bagi saya dan rata rata musafir yg berjalan kaki,pakaian yg paling bersih,sarung yg bersih,itu untuk kami pakai di saat kami menunaikan ibadah kami kepada Alloh SWT,anda mengerti itu?!" ( nunjuk ke orang FPI )

Lain kali mas,tanya dulu siapa,orang mana,jangan maen tendang aja,di agama Islam tidak di ajarkan kekerasaan seperti yang anda lakukan,anda ga pandang bulu langsung maen tendang aja hanya karena saya berpakaian seperti ini,anda masih mending saya tidak membalas tendangan anda,tanya dulu baik baik,pakai cara persuasif ( di sini ane mulai pikir ini pemuda latar belakang pendidikannya pasti tinggi )...anda jangan maen tendang maen teriak aja,coba kalau anda jadi saya bagaimana...tersingung tidak,apa lagi dengan emosi yg seperti anda,

(Para warga, dua orang FPI, dan saya pada terdiam semua mendengar "taushiyah" dari pemuda tersebut.)

Pemuda: 
"Apa perlu anda saya ajarkan dari awal ajaran agama Islam,apa perlu anda saya ajarkan hadist hadist...anda memakai aktribut seorang muslim,anda seharusnya malu dengan pakaian anda tapi kelakuan anda tidak mencerminkan seorang yg ber Agama,boleh lah kita marah sama orang yg suka mabuk,maksiat,tapi bukan dengan cara seperti kekerasan yang anda pakai. Ada orang mabuk,ajak mereka baik baik kembali ke jalan yg benar,bukan di musuhi dan di anggap sampah masyarakat,ada yg suka bermaksiat jangan di bilang orang orang murtad,justru itu kesempatan kita untuk ber ibadah dengan cara mengajak mereka kembali ke jalan yg benar,jangan pernah bosan mengajak mereka"

FPI : ( Terdiam,  mereka malah beranjak berdiri dan mau pergi)

Pemuda :
"Anda mau kemana,duduk dan dengarkan saya,saya nyantri bukan 1,2, atau 5 tahun mas,saya nyantri sudah lebih dari 15 tahun,duduk saya ajarkan ajaran Agama yg betul,

FPI : 
"Tidak perlu,sudah kalau memang tidak ada masalah saya mau pergi"

Warga :
"Loh kenapa ga mau mas mendengarkan mas nya ini tausiah"

FPI :
"Tidak perlu...sudah saya mau pergi aja"

Pemuda :
"Sudah pa biarkan saja kalau mereka mau pergi,ga ada gunanya berbicara dengan orang emosi,biarkan saja kalau mereka mau pergi,saran saya sama mas mas ini,belajar lagi Agama yg baik dan benar,jangan hanya bisa berpakaian seperti ini,tapi tindak tanduk anda jauh dari ajaran Agama. sekali lagi saya bilang,Agama tidak mengajarkan kekerasan

Akhirnya pada pergit tuh dua orang FPI tadi...sepertinya malu sama pemuda tadi yang belakangan diketahui bernama mas Muhammad Ilham ini.

Saya jadi pingin ngobrol sama mas ini,herannya dia ga mau di panggil ustadz,kata dia...kyai,gus,ustadz itu hanya panggilan aja,panggil nama saja sudah cukup,guru saya pun tidak mau di panggil seperti itu kata mas muhammad ini,gurunya cukup di panggil abah aja

Seperti itulah kejadiannya,ya obrolan antara saya,warga setempat sama mas muhammad ilham malah berlanjut sampai menjelang subuh..trus kita sama sama ke masjid kampung setempat,mas muhammad yang adzan, yang jadi imam ketua rt setempat.

(Sumber: Kaskus)