Suara-Muslim.Com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU), Said Aqil Siraj menyampaikan, bahwa sistem keterbukaan justru menguntungkan penganut aliran Islam radikal dari luar negeri. Dikenal sejak era reformasi, Islam radikal justru banyak dimotori kaum muda.
"Mereka bebas membuat dan membangun apa saja, seperti masjid dan pesantren dengan biaya dari luar negeri," kata Said saat bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu 7 Agustus 2013.
Said mencontohkan, di daerah Cirebon, ada sebuah pesantren yang dibangun orang Arab. Di mana salah satu santrinya, yang bernama Syarifuddin. Dia melakukan pengeboman di Masjid Markas Polres Kota Cirebon, Jawa Barat pada 15 April 2011 lalu. Sementara santri lainnya, Ahmad Yusuf, telah mengebom Gereja Bethel Injil di Solo.
Pernyataan Said ini, menanggapi kegelisahan Aburizal Bakire mengenai aliran-aliran radikal yang berkembang pesat di kalangan mahasiswa. Bahkan, Partai Golkar sendiri, kata Aburizal, telah menyebarkan dai-dai untuk berdakwah di universitas-universitas untuk memperkenalkan empat pilar dan ajaran Islam yang lembut.
"Kalau bukan kita yang memberikan dakwah, siapa lagi? Nanti kalau dibiarkan, Islam tidak lagi dihormati, tetapi ditakuti dengan aksi-aksi teror," ujar dia. (sj)
Redaktur: ML
Sumber: vivanews.com





Tidak ada komentar
Posting Komentar