SUARA-MUSLIM.COM, Jember ~ Kecamatan Puger bergolak kembali, Rabu (11/9/2013) sore. Bentrokan massa terjadi dan puluhan sepeda motor dirusak. Ada polisi yang terluka.
Kerusuhan terjadi menyusul penolakan massa terhadap pawai yang digelar oleh Pondok Pesantren Darus Sholihin. Massa yang tak dikenal itu menyerang pondok yang dijaga polisi. Mereka membawa pentungan dan langsung melakukan perusakan. Polisi yang mencoba menghalangi juga menjadi korban. Sejumlah santri terluka akibat amukan massa.
Diduga Sunni-Syi'ah Lagi
Polres Lumajang siaga untuk pergeseran anggotanya dalam pengamanan bentrok antar warga di Puger Jember. Polisi juga melakukan deteksi dini, mengenai pergeseran warga Lumajang ke Jember yang bentrok diduga karena sunni-syiah.
Kabag Ops Polres Lumajang, Kompol Barkah mengatakan, pihaknya belum mendapat perintah personilnya bergeser ke Jember. Namun, jajaran polsek dihimbau untuk mendeteksi dini adanya gerakan massa atau warga ke Jember.
"Kita pantau terus, khawatir ada gerakan warga," ungkap mantan Kabag Ops Polresta Batu-Malang itu, Rabu(11/9/2013).
Polres Lumajang sudah menyiagakan personil Shabara, Dalmas dan Raimnas di Mako untuk siap bergerak. Semua perlengkapan pengamanan dan truk sudah disiapkan di Mapolres. "Kita tunggu perintah saja mas," pungkasnya.
Dituduh Syi'ah Berakhir Damai
Tahun lalu, 30 Agustus 2012, terjadi kesalahpahaman soal adanya dugaan penyebaran aliran syiah di Kecamatan Puger, Jawa Timur. Persoalan tersebut berakhir dengan damai. Habib Ali Bin Umar Al-Habsyi, pengasuh Pondok Pesantren Darus Sholihin di Kecamatan Puger, yang saat itu dituduh sesat karena diduga menyebarkan paham syiah, mengaku minta maaf.
Tuduhan menganut syiah kepada diri Habib Ali, dinilainya tidak benar. Habib Ali juga menyampaikan kalau dirinya warga Sunni. Itu dia ungkapkan dalam dialog terbuka dengan MUI, Kepala Kantor Agama (Kandepag), Kejari, Kapolres, FKUB, PCNU, Muhammadiyah serta Komisi D DPRD Jember.
"Saya bersumpah demi Allah, demi rasul-Nya, demi Ka'bah, demi Hajar Aswad, demi Madinatul Munawarah, demi abah saya, bahwa saya bukan orang syiah," kata Habib Ali, Kamis (30/8/2012) tahun lalu.
Tuduhan Syi'ah terhadap Habib Ali muncul karena terbentur pada persoalan ceramah tentang cerita sahabat dan dianggap salah oleh kalangan sunni, sebagaimana yang disampaikan oleh Gus Aab. Kala itu, ceramahnya ada yang merekam dan menyebar luaskannya.
Kerusuhan terjadi menyusul penolakan massa terhadap pawai yang digelar oleh Pondok Pesantren Darus Sholihin. Massa yang tak dikenal itu menyerang pondok yang dijaga polisi. Mereka membawa pentungan dan langsung melakukan perusakan. Polisi yang mencoba menghalangi juga menjadi korban. Sejumlah santri terluka akibat amukan massa.
Diduga Sunni-Syi'ah Lagi
Polres Lumajang siaga untuk pergeseran anggotanya dalam pengamanan bentrok antar warga di Puger Jember. Polisi juga melakukan deteksi dini, mengenai pergeseran warga Lumajang ke Jember yang bentrok diduga karena sunni-syiah.
Kabag Ops Polres Lumajang, Kompol Barkah mengatakan, pihaknya belum mendapat perintah personilnya bergeser ke Jember. Namun, jajaran polsek dihimbau untuk mendeteksi dini adanya gerakan massa atau warga ke Jember.
"Kita pantau terus, khawatir ada gerakan warga," ungkap mantan Kabag Ops Polresta Batu-Malang itu, Rabu(11/9/2013).
Polres Lumajang sudah menyiagakan personil Shabara, Dalmas dan Raimnas di Mako untuk siap bergerak. Semua perlengkapan pengamanan dan truk sudah disiapkan di Mapolres. "Kita tunggu perintah saja mas," pungkasnya.
Dituduh Syi'ah Berakhir DamaiTahun lalu, 30 Agustus 2012, terjadi kesalahpahaman soal adanya dugaan penyebaran aliran syiah di Kecamatan Puger, Jawa Timur. Persoalan tersebut berakhir dengan damai. Habib Ali Bin Umar Al-Habsyi, pengasuh Pondok Pesantren Darus Sholihin di Kecamatan Puger, yang saat itu dituduh sesat karena diduga menyebarkan paham syiah, mengaku minta maaf.
Tuduhan menganut syiah kepada diri Habib Ali, dinilainya tidak benar. Habib Ali juga menyampaikan kalau dirinya warga Sunni. Itu dia ungkapkan dalam dialog terbuka dengan MUI, Kepala Kantor Agama (Kandepag), Kejari, Kapolres, FKUB, PCNU, Muhammadiyah serta Komisi D DPRD Jember.
"Saya bersumpah demi Allah, demi rasul-Nya, demi Ka'bah, demi Hajar Aswad, demi Madinatul Munawarah, demi abah saya, bahwa saya bukan orang syiah," kata Habib Ali, Kamis (30/8/2012) tahun lalu.
Tuduhan Syi'ah terhadap Habib Ali muncul karena terbentur pada persoalan ceramah tentang cerita sahabat dan dianggap salah oleh kalangan sunni, sebagaimana yang disampaikan oleh Gus Aab. Kala itu, ceramahnya ada yang merekam dan menyebar luaskannya.
Terkait hal itu, Habib Ali pun sudah meminta maaf. Permintaan maaf itu muncul atas kesepakatan bersama dan ditandatangani berbagai pihak, dan berakhir damai. (*)
Sumber MMN: http://www.muslimedianews.com/2013/09/massa-tak-dikenal-buat-rusuh-di-puger.html





Tidak ada komentar
Posting Komentar