BREAKING NEWS
latest

728x90

header-ad

468x60

header-ad

PBNU Tentukan Awal Ramadhan dengan Rukyat




JAKARTA, suara-muslim.com - Dalam menentukan awal puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2013 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkapkan akan tetap mempertahankan metode rukyat atau melihat hilal sebagai penanda awal bulan untuk penentuannya.
 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Selasa (2/7) mengungkapkan "Sesuai dengan sabda Nabi Salallahu Alaihi Wassalam, puasalah kamu dengan melihat bulan, dan berlebaranlah dengan melihat bulan. Untuk itu NU akan tetap berpegang pada metode rukyat untuk penentuan awal Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri".
 
Kiai Said menolak anggapan pilihan penentuan awal bulan melalui metode rukyat adalah bentuk ketertinggalan dari kemajuan teknologi. "Lajnah Falakiyah kami juga canggih, mau menentukan tanggal sampai tiga ribu tahun ke depan juga bisa. Ini bukan soal canggih atau tidak canggih, tapi ini mengikuti seperti apa yang dijalankan Rasulullah," tegasnya.
 
Terkait seringnya muncul mendung dalam metode rukyat yang mengakibatkan penentuan awal bulan terkendala, Kiai Said mengatakan, ada petunjuk lain dari Rasulullah untuk penggenapan bulan menjadi 30 hari.


Sekretaris Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama Nahari Ilyas, mengatakan pihaknya mulai melaksanaan motode rukyat pada tanggal 28 Sya'ban 1434 H atau bertepatan tanggal 8 Juli 2013 mendatang. Seluruh 90 titik untuk melihat hilal, imbuhnya, sudah disiapkan dan semua tim siap menjalankan tugasnya.
 
"Semua hasil-hasil yang sudah dilihat di sembilan puluh titik itu akan dilaporkan ke Lajnah Falakiyah pusat, ke kami. Selanjutnya di sini akan dibahas bagaimana keputusan akhirnya," kata Nahari.

Sumber: Suara Merdeka

« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar