PURWOKERTO, suara-muslim.com - Badan Hisab Rukyat (BHR) bersama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas, tahun ini akan melakukan rukyatul hilal (melihat bulan) untuk menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal. Adapun lokasi yang kemungkinan bakal digunakan untuk melihat hilal (bulan) adalah lantai atas Hotel Aston Purwokerto.
"Kami sudah melakukan survei di beberapa lokasi yang ada di Banyumas, seperti di kawasan Krumput dan yang lain. Namun setelah semua disurvei, ternyata yang paling memungkinkan bisa digunakan untuk melihat hilal adalah di Hotel Aston," kata Ketua BHR Kabupaten Banyumas, Agus Setiawan, Selasa (2/7).
Pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut dia, pelaksanaan rukyatul hilal dilaksanakan di Pantai Ayah Kebumen bersama dengan kabupaten lain, khususnya Kabupaten Kebumen.
Namun lantaran tahun ini BHR Banyumas memiliki lokasi alternatif yang memungkinkan bisa digunakan untuk melihat hilal, maka lokasinya tidak lagi di pantai tersebut.
Dia menambahkan, rencananya lokasi Hotel Aston yang akan digunakan untuk melihat hilal tidak berada di lantai paling atas, tetapi berada pada bagian lantai lain yang lokasinya memungkinkan.
"Kemungkinan lokasinya berada di lantai 10, sebab kalau di lantai 12 tidak memungkinkan, khususnya dilihat dari sisi keamanannya," jelas dia.
Selain dari BHR, kata dia, dalam pelaksanaan rukyatul hilal ini juga akan melibatkan sejumlah lembaga atau organisasi terkait. "Nanti ada unsur dari MUI, Ormas Islam dan instansi yang lain," terangnya.
Menurut dia, pelaksanaan rukyatul hilal tersebut tidak hanya dilakukan oleh BHR dan Kemenag Banyumas, tetapi juga dilakukan oleh seluruh kantor kemenag yang lain.
"Kemenag Pusat memerintahkan seluruh kantor kemenag kabupaten/kota untuk melakukan rukyatul hilal. Nanti hasilnya dilaporkan ke pusat sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal," ungkap dia.
Sementara terkait dengan imbauan untuk menjaga kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, Agus mengatakan, sampai sekarang Kemenag belum mengeluarkan surat edaran resmi. "Kami belum mengeluarkan surat edaran, sebab harus dikoordinasikan dulu dengan instansi terkait," ujarnya.
Namun menyangkut kemungkinan adanya perbedaan dalam penentuan awal Ramadan dan 1 Syawal di masyarakat, dia mengimbau agar semua pihak tetap menjaga toleransi. "Sikap toleransi harus tetap dikedepankan," tandasnya.
Sumber: Suara Merdeka





Tidak ada komentar
Posting Komentar