BREAKING NEWS
latest

728x90

header-ad

468x60

header-ad

Syekh Mazhar Syahin: Al-Azhar Musuh Besar Ikhwanul Muslimin

SUARA-MUSLIM.COM - Al-Azhar telah mengajak seluruh elemen bangsa untuk berunding terkait krisis yang sedang dialami Mesir saat ini (baca:  Al-Azhar Segera Kumpulkan Seluruh Elemen Nasional Bahas Krisis Mesir). Namun ajakan tersebut ditolak oleh Ikhwanul Muslimin (IM). Penolakan IM ini mengundang berbagai komentar dari kalangan masyarakat.

Dr. Syekh Muhammad Muhanna, Konsultan Grand Shaikh Al-Azhar, dalam pernyataannya di Channel 1 Mesir pada hari Sabtu (10/8) mengatakan bahwa seruan Al-Azhar tersebut terbuka untuk semua pihak demi kemaslahatan Mesir dan rakyatnya. Dia menegaskan bahwa Al-Azhar berkeinginan kuat untuk memberikan solusi krisis saat ini demi mencegah terjadinya pertumpahan darah.

Muhanna juga menegaskan bahwa penolakan IM atas ajakan rekonsiliasi tersebut kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, rakyat Mesir, dan sejarah.

Sementara itu, Syekh Mazhar Syahin yang dikenal sebagai “Singa Podium Revolusi” saat pelengseran Mubarak, menegaskan bahwa penolakan IM atas ajakan Al-Azhar untuk berunding tersebut merupakan hal yang wajar dan sudah diprediksi sebelumnya. Karena mereka akan senantiasa menolak segala upaya perdamaian. Mereka memandang bahwa jalan satu-satunya demi mencapai tujuan politik yang lebih besar adalah dengan terus memprovokasi kekerasan dan mengalirkan darah, serta jatuhnya banyak korban, demi mencari simpati dunia.

Syahin menjelaskan bahwa jika inisiatif perundingan yang digagas oleh Al-Azhar ini gagal dalam berdialog dengan IM dan menghentikan tindakan anarkis, maka inisiatif perundingan apapun juga akan gagal. Karena Al-Azhar adalah instansi terbesar yang mampu menawarkan pandangan untuk memberikan solusi akan krisis saat ini. Al-Azhar juga mendapatkan kepercayaan besar darii kalangan rakyat Mesir, selain IM yang selalu memandang Al-Azhar sebagai musuh besar, karena Al-Azhar telah mempresentasikan Islam sesungguhnya dan mendukung keinginan rakyat Mesir dalam revolusi 30 Juni.

Sementara itu, jurnalis senior Musthafa Bakri mengungkapkan keheranannya atas inisiatif yang digagas oleh Grand Shaikh Al-Azhar Dr. Ahmad Thayeb, untuk membahas krisis Mesir saat ini. Karena menurutnya, inisiatif itu tidak perlu.

Di sela-sela wawancara dengan TV-Mesir, Bakri menegaskan bahwa Dr. Ahmad Thayeb sangat mengetahui pihak yang menentang dan melakukan berbagai konspirasi terhadap Mesir.

“Saya tidak berharap Grand Shaikh Al-Azhar yang senantiasa menanggung serangan dari IM untuk melakukan hal itu. Karena beliau sudah tahu bahwa IM akan menolak ajakan tersebut. Mereka tidak akan pernah menghormati kedudukan Grand Shaikh Al-Azhar, dan tidak berusaha untuk mencari solusi terbaik krisis saat ini,” jelas Bakri. (youm7/ik/mosleminfo.com)
« PREV
NEXT »

Tidak ada komentar